Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR– Kerja sama pengelolaan suplai air antara Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Timur dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) untuk Pelabuhan Labuhan Haji yang sempat terhenti, dipastikan akan segera dilanjutkan.
Plt. Direktur Utama PDAM Lombok Timur, Sopyan Hakim, mengungkapkan bahwa Bupati Lombok Timur memberi perhatian khusus terhadap kelanjutan kerja sama tersebut demi menjamin ketersediaan air bersih di kawasan pelabuhan.
“Pak Bupati menghendaki agar kerja sama segera dilanjutkan,” ujarnya, Jumat (2/8).
Sopyan menjelaskan, penghentian kerja sama sebelumnya terjadi di masa kepemimpinan PDAM terdahulu karena keterbatasan debit air. Namun, kondisi saat ini sudah jauh lebih siap secara infrastruktur.
“Alhamdulillah, infrastruktur kami sekarang sudah siap,” tegasnya.
Pihak ASDP, lanjut Sopyan, telah menyatakan kesiapan mereka untuk kembali bekerja sama. Kerja sama ini diproyeksikan akan menyuplai 20.000 hingga 30.000 meter kubik air per bulan.
Selain menjamin suplai air bersih, PDAM juga berharap kerja sama ini dapat mengurangi potensi kerugian akibat distribusi air yang tidak resmi serta meningkatkan pendapatan perusahaan.
Jika suplai air mencapai 97.000 meter kubik per bulan dengan tarif Rp13.470 per meter kubik, potensi pendapatan bisa mencapai lebih dari Rp1,2 miliar.
“Kalau ASDP menjual kembali di lapangan hingga Rp21.000 per meter kubik, margin keuntungannya jelas lebih tinggi,” jelasnya.
Kesepakatan kedua belah pihak ditargetkan mulai terealisasi pada awal Agustus 2025.(TT).











