Teruslah menyalakan semangat untuk mengembangkan sorgum nusantara. Memajukan tanaman ini memang ibarat menapaki jalan berliku dan menanjak, dengan ujung yang mungkin belum jelas terlihat. Namun, di balik tantangan itu, tersimpan potensi besar bagi ketahanan pangan, pakan, dan energi Indonesia.
Sorgum adalah tanaman istimewa. Di lahan marginal yang miskin unsur hara pun, ia tetap mampu menghasilkan panen yang bermanfaat. Sebagai tanaman tropis, sorgum tumbuh optimal di daerah khatulistiwa yang diberkahi sinar matahari sepanjang tahun. Inilah anugerah alam yang sering kita lupakan, terutama ketika ada pihak yang justru mencoba membudidayakan gandum di wilayah tropis padahal kebutuhan tepung terigu nasional saat ini sudah mendorong Indonesia menjadi salah satu importir terbesar di dunia, dengan volume impor hampir 11 juta ton per tahun.
Lupa akan falsafah dan kearifan lokal bumi khatulistiwa sama saja mengabaikan kekuatan alam yang kita miliki. Berbekal pendidikan di bidang peternakan, saya memutuskan fokus pada potensi sorgum sebagai bahan baku pakan ternak sapi potong, khususnya untuk penggemukan.
Penggemukan sapi potong yang berlangsung 4–6 bulan membutuhkan pasokan energi tinggi. Di sinilah sorgum menjadi solusi murah dan efektif. Bulirnya mengandung tepung berkualitas, sementara batangnya menyimpan nira yang kaya energi. Keduanya dapat menggantikan sumber pakan konvensional seperti jagung giling atau bekatul, yang harganya lebih mahal.
Keunggulan sorgum bukan hanya di sektor pakan (feed). Tanaman ini juga berpotensi menjadi sumber pangan (food) dan energi terbarukan (fuel). Namun, saya memilih langkah yang paling realistis dan sesuai kemampuan: memaksimalkan sorgum sebagai pakan untuk penggemukan sapi potong. Strateginya sederhana tapi berdampak besar mengubah pakan bernilai rendah menjadi daging sapi bernilai tinggi.
Selama hampir 12 tahun, saya terus memperkenalkan sorgum kepada para peternak sebagai solusi alternatif yang berkelanjutan. Langkah ini saya jalani tanpa banyak gaduh, tapi dengan keyakinan bahwa sorgum adalah jawaban untuk sebagian persoalan pangan dan energi di Indonesia.
Semoga upaya ini bermanfaat dan mampu menginspirasi lebih banyak pihak untuk melihat sorgum sebagai “emas tersembunyi” lahan marginal yang selama ini terabaikan.









