Topikterkini.com.Buol – Kejaksaan Negeri (Kejari) Buol Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) I Pro Jurnalis Siber (PJS) Buol yang akan digelar pada 24 September 2025 mendatang. Dukungan tersebut disampaikan Kepala Kejari Buol, Regie Komara, S.H., M.H., saat menerima audiensi pengurus DPC PJS Buol di ruang kerjanya, Kamis (21/8/2025).
Menurutnya, keberadaan organisasi pers yang profesional bukan hanya penting sebagai wadah kerja jurnalistik, tetapi juga mitra strategis pemerintah dan aparat penegak hukum dalam mendorong tata kelola informasi yang sehat, transparan, serta berlandaskan etika jurnalistik.
Plt. Ketua DPC PJS Buol, Ruslan Panigoro, yang didampingi Pengurus DPD PJS Sulteng, Husni, S.H., S.IP., CPLA menekankan bahwa Muscab kali ini bukan sekadar agenda formal, melainkan momentum konsolidasi jurnalis siber di Kabupaten Buol.
Sehingga eksistensi PJS di kabupaten Buol mampu melahirkan wartawan yang profesional dapat mengedukasi masyarakat.
“Muscab menjadi wadah memperkuat soliditas anggota sekaligus meneguhkan peran PJS sebagai pilar informasi publik yang akurat, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat, bangsa dan Negara” ujarnya.
Sebagai rangkaian kegiatan, Muscab PJS juga menghadirkan seminar nasional bertema “Etika, Profesionalisme Media di Era Digital dan Tangkal Berita Hoaks”. Seminar ini rencananya menghadirkan Ketua Umum PJS, Mahmud Marhaba, serta Ketua DPD PJS Sulawesi Tengah, Muhammad Sofyan dan stakeholder sebagai narasumber.
Kajari Buol, Regie Komara, menilai seminar ini sangat relevan dengan kondisi saat ini.
“Kami siap berkolaborasi dengan PJS Buol dalam menjaga keterbukaan informasi publik yang akurat, membangun kepercayaan masyarakat, sekaligus menjadi benteng bersama dalam menangkal hoaks yang dapat merugikan daerah maupun bangsa,” tegasnya.
Senada dengan itu, Plt. Kepala Seksi Intelijen Kejari Buol, Arbin Nu’man, S.H., menambahkan bahwa Muscab PJS merupakan langkah maju memperkuat kemitraan antara pers, pemerintah, dan aparat penegak hukum.
“Media yang sehat akan melahirkan masyarakat yang kritis sekaligus konstruktif. Sinergi inilah yang mendukung terwujudnya pembangunan daerah yang berkeadilan,” jelasnya.
Dengan dukungan dari Kejaksaan dan berbagai pihak, Muscab PJS Buol diharapkan tidak hanya melahirkan kepengurusan yang solid, tetapi juga memperkokoh peran pers sebagai agen edukasi publik, mitra pemerintah, dan pengawal transparansi pembangunan.**











