BUOL

Sekda Donggala Tegaskan Pentingnya Pemantauan Intervensi, Targetkan Penurunan Stunting di Bawah Standar Nasional

23
×

Sekda Donggala Tegaskan Pentingnya Pemantauan Intervensi, Targetkan Penurunan Stunting di Bawah Standar Nasional

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.com.Donggala – Pemerintah Kabupaten Donggala menegaskan komitmennya untuk terus menurunkan angka stunting di tahun 2025. Sekretaris Daerah Kabupaten Donggala, Dr. H. Rustam Efendi, menyampaikan bahwa pihaknya optimistis angka stunting tahun ini dapat ditekan lebih rendah dibandingkan capaian 2024, bahkan diupayakan berada di bawah standar nasional.

“Harapannya tahun ini angka stunting bisa turun lagi, minimal di bawah standar nasional. Karena itu, kita terus mengoptimalkan kinerja percepatan penurunan stunting di semua jenjang dengan intervensi yang tepat sasaran,” ujar Rustam, Jumat (22/8/2025).

Ia menekankan bahwa intervensi yang dilakukan harus dibarengi dengan pemantauan serius agar berdampak nyata. “Tidak ada gunanya kita melakukan intervensi jika tidak dipantau. Program bisa saja berjalan, anggaran bisa terserap, tapi kalau tidak berdampak pada penurunan angka stunting, berarti ada yang keliru,” tegasnya.

Rustam mencontohkan program pemberian makanan tambahan (PMT) yang sempat menjadi catatan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Program berjalan, anggaran tersedia, namun stunting tidak turun signifikan. Salah satu penyebabnya karena distribusi PMT hanya diberikan begitu saja tanpa pengawasan apakah benar-benar dikonsumsi oleh anak sasaran.

Hal serupa juga terjadi pada program pemberian tablet tambah darah (TTD) untuk ibu hamil. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari distribusi, tetapi juga pada dampak setelah dikonsumsi. “Kalau tidak dipantau, kita hanya sekadar menjalankan program tanpa hasil. Itu yang harus kita ubah,” jelasnya.

Rustam menegaskan, mulai tahun ini seluruh program percepatan penurunan stunting harus lebih serius, fokus, dan tuntas, dengan memastikan bantuan yang diberikan benar-benar dimanfaatkan oleh kelompok sasaran. Bahkan, untuk anak stunting, ia mendorong agar saat pemberian makanan dapat diawasi langsung.

“Saya sudah meminta kepada teman-teman Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di kabupaten, kecamatan, desa, dan kelurahan untuk ikut mengawasi. Kalau perlu, anak yang menerima makanan tambahan dijaga ketika makan, agar betul-betul dimanfaatkan,” pungkasnya.

(Alir).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *