KesehatanMAKASSARPROVINSI

Agus Kehilangan Anak Pertama, RS Pertiwi Makassar Dituding Lengah Tangani Pasien Darurat

147
×

Agus Kehilangan Anak Pertama, RS Pertiwi Makassar Dituding Lengah Tangani Pasien Darurat

Sebarkan artikel ini
Bayi agus diduga meninggal akibat kelalaian RS Pertiwi Makassar. (Istimewa)

Topikterkini.com-Makassar- Harapan Agus (44), seorang wiraswasta di Kota Makassar, untuk menyambut kelahiran anak pertamanya pupus sudah. Bayi yang dinantikan meninggal dunia setelah diduga terlambat mendapat penanganan medis di Rumah Sakit (RS) Pertiwi Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Dalam keterangannya kepada wartawan, Minggu (8/9/2025), Agus menuturkan istrinya, Indah Pramita (39), mengalami pendarahan hebat pada Kamis dini hari, 28 Agustus 2025.
Ia segera membawa sang istri ke RS Pertiwi sekitar pukul 03.00 WITA, namun pelayanan darurat yang diharapkan tak kunjung diberikan.

“Istri saya pendarahan hebat, tapi tidak langsung ditangani. Bahkan hanya disuruh pakai popok. Kata petugas, dokter tidak ada di rumah sakit,” ujar Agus dengan nada kecewa.

Agus mengaku, istrinya dibiarkan dalam kondisi lemah hingga beberapa jam. Penanganan medis baru dilakukan sekitar pukul 09.30 WITA setelah ia meluapkan amarah kepada petugas. Meski bayi sempat mendapat perawatan di inkubator, nyawa anak pertama pasangan ini tak terselamatkan.

“Setelah saya marah-marah, barupi ditangani istri saya. Anak saya akhirnya meninggal, mungkin gara-gara terlambat ditangani,” tambahnya.

Selain dugaan keterlambatan penanganan, Agus juga menemukan kejanggalan lain. Meski istrinya tercatat sebagai peserta Kartu Indonesia Sehat (KIS), ia tetap diminta membayar biaya analisa gas darah sebesar Rp350 ribu sebanyak dua kali. Kuitansi yang diterimanya berkop RS Tingkat II Pelamonia, namun distempel RS Pertiwi.

“Istri saya pasien BPJS gratis pemerintah, tapi saya tetap disuruh bayar Rp350 ribu dua kali,” tegasnya.

Kuitansi pembayaran analisa gas darah. (Istimewa)

Agus mengaku baru berani berbicara ke publik setelah melewati masa duka. Ia meminta agar pihak rumah sakit memberikan penjelasan sekaligus memastikan kejadian serupa tidak terulang.

Hingga berita ini diturunkan, pihak RS Pertiwi belum memberikan keterangan resmi. Wartawan yang berusaha meminta konfirmasi hanya diarahkan untuk mendatangi bagian Humas rumah sakit pada Senin (8/9/2025) esok.

Agus berharap kasus ini mendapat perhatian serius dari pihak rumah sakit maupun Pemerintah Kota Makassar.

Laporan: Arief Rahman/Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *