BeritaDAERAHEKONOMINTB

Pabrik Porang di Lombok Timur Kekurangan Bahan Baku, Produksi Terhenti, Ini Dampak Positifnya!

56
×

Pabrik Porang di Lombok Timur Kekurangan Bahan Baku, Produksi Terhenti, Ini Dampak Positifnya!

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.Com.LOMBOK TIMUR– Pabrik pengolahan porang di Lombok Timur saat ini mengalami kekurangan bahan baku hingga tidak beroperasi. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Lombok Timur, Azlan, pada Selasa (24/9/2025).

 

Menurut Azlan, kebutuhan bahan baku mencapai 50–80 ton per hari, sementara luas lahan tanam saat ini mencapai 228 hektare. Namun, kekurangan bibit menyebabkan hasil panen tidak optimal.

 

Kalau kekurangan bibit terus terjadi, pabrik porang kita akan kesulitan bahan baku,” ungkap Azlan.

 

Panen porang berikutnya diperkirakan baru terjadi pada Mei 2026, mengingat masa tanam membutuhkan waktu hingga enam bulan.

 

Untuk mengatasi persoalan ini, masyarakat petani porang telah membentuk kelompok Perhimpunan Penggiat Porang Nusantara (P3N), sebagai upaya konsolidasi produksi dan distribusi hasil panen ke pabrik.

 

Dinas Pertanian disebut telah menyiapkan bibit guna mendukung kontinuitas produksi pabrik.

 

Sementara itu, harga porang di pasar pada September 2025 mencapai Rp11.000 per kilogram, angka yang dinilai sangat tinggi.

 

 “Harga sekarang bisa dikatakan sangat gila. Produk olahan porang seperti tepung ini nantinya juga akan diekspor,” jelas Azlan.

 

Kekurangan bahan baku membuat pabrik porang saat ini berhenti beroperasi, meski dampak ekonomi dari industri ini sangat positif.

 

Industri porang di Lombok Timur telah menyerap sedikitnya 70 tenaga kerja, serta berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).(TT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *