BeritaDAERAHNTB

DUGAAN PENGOPLOSAN BERAS MENCuat, Ketua FKKD Jangan Sampai Beras Bapang Ada Oplosan, BULOG LOTIM Jamin Kualitas Bapang

55
×

DUGAAN PENGOPLOSAN BERAS MENCuat, Ketua FKKD Jangan Sampai Beras Bapang Ada Oplosan, BULOG LOTIM Jamin Kualitas Bapang

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR —Dugaan praktik pengoplosan beras kembali muncul di Lombok Timur setelah masyarakat melaporkan beredarnya beras yang dinilai tidak sesuai standar kualitas dan diduga merupakan campuran dari berbagai jenis. 

 

Informasi awal mengarah pada kemungkinan keterlibatan oknum Bulog bersama seorang pemilik UD setempat.

 

Pimpinan Cabang Bulog Lombok Timur menegaskan pihaknya tidak mentolerir pelanggaran apa pun dalam proses distribusi beras. Ia menuturkan, dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui verifikasi internal yang saat ini sedang berjalan.

 

“Jika dalam proses pemeriksaan ditemukan ada oknum Bulog yang terlibat, kami serahkan sepenuhnya kepada Aparat Penegak Hukum. Kami terbuka dan siap mendukung setiap langkah penegakan hukum,” tegasnya.

 

Bulog juga memastikan intensifikasi pengecekan lapangan, termasuk penelusuran distribusi beras dari gudang hingga mitra penyalur.

 

Pihak kepolisian disebut telah menerima informasi awal dari masyarakat dan tengah mengumpulkan data pendukung sebelum menentukan langkah penyelidikan lebih lanjut.

 

Terkait penyaluran beras pangan pemerintah (Bapang), Bulog menegaskan kualitas tetap menjadi prioritas dan pengawasan akan dilakukan hingga beras diterima masyarakat.

 

Ketua Forum Kepala Desa Lombok Timur, Khaerul, menyebut langkah cepat Polres Lombok Timur sebagai tindakan tepat. Ia mengapresiasi pengungkapan indikasi ratusan ton beras oplosan di wilayah Desa Gelora.

 

“Saat ini Bapang mulai disalurkan ke desa. Kami minta Bulog dan aparat penegak hukum mengawasi agar tidak terjadi pengoplosan, karena ini menyangkut kesehatan masyarakat,” ujarnya.

 

Ia juga mendorong pengusutan tuntas jika terbukti ada keterlibatan oknum Bulog maupun mitra penyalur.

 

Masyarakat diimbau tetap tenang dan segera melapor bila menemukan beras dengan mutu tidak wajar. Pemerintah daerah menekankan pentingnya proses hukum yang transparan untuk melindungi konsumen serta menjaga stabilitas pasokan beras di Lombok Timur.(TT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *