BeritaDAERAHEKONOMIKesehatanNTB

BANGKIT Gelar Konsultasi Kesehatan dan Bakti Sosial pada Peringatan Hari AIDS Sedunia di CFD Selong

96
×

BANGKIT Gelar Konsultasi Kesehatan dan Bakti Sosial pada Peringatan Hari AIDS Sedunia di CFD Selong

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR— Barisan Pejuang Kesejahteraan Instansi Kesehatan (BANGKIT) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, pada Minggu, 7 Desember 2025.

 

Organisasi tersebut menggelar layanan konsultasi kesehatan dan bakti sosial gratis di area Car Free Day (CFD) Taman Rinjani Selong sebagai rangkaian peringatan Hari AIDS Sedunia.

 

Dalam kegiatan ini, BANGKIT menyediakan layanan konseling dan tindakan kuratif bagi masyarakat, baik yang terdampak HIV maupun pengunjung umum yang sedang beraktivitas di sekitar taman. 

 

Kegiatan serupa disebut terus dilakukan secara konsisten sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan jasmani.

 

Pelayanan diberikan oleh tenaga kesehatan profesional, termasuk dokter, perawat, bidan, serta tenaga penunjang medis lainnya. Mereka memberikan layanan preventif, promotif, hingga kuratif sebagai bagian dari bakti sosial yang sudah rutin dilakukan di berbagai kesempatan.

 

Antusias Masyarakat Tinggi

 

Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat. Antusiasme warga terlihat dari jumlah peserta yang memanfaatkan layanan kesehatan tersebut. Tercatat lebih dari 300 orang mengikuti konseling dan pemeriksaan kesehatan selama kegiatan berlangsung.

 

Ketua BANGKIT, Amry Lesmana, mengatakan bahwa kegiatan ini akan terus dilakukan sebagai bentuk penjangkauan langsung kepada masyarakat. Hal ini sekaligus membantu fasilitas kesehatan seperti puskesmas dalam mendeteksi dan menangani penyakit tidak menular (PTM).

 

“Hipertensi adalah salah satu silent killer. Banyak masyarakat tidak merasakan perubahan berarti pada tubuhnya hingga muncul komplikasi, termasuk stroke yang meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas,” ujarnya.

 

Selain edukasi dan imun booster bagi penyandang HIV/AIDS, kegiatan kali ini juga fokus pada penanganan hipertensi dan diabetes melitus (DM) terkontrol maupun tidak terkontrol.

 

Temuan Lapangan: Banyak Kasus Tidak Terkontrol

 

Dari data pemeriksaan yang dilakukan, BANGKIT mencatat sekitar, 38% peserta mengalami hipertensi tidak terkontrol, 22% menderita DM dalam kondisi tidak terkontrol maupun terkontrol, 40% lainnya datang dengan berbagai keluhan kesehatan lain.

 

Temuan ini menunjukkan masih tingginya risiko penyakit tidak menular di tengah masyarakat, sehingga diperlukan upaya serius untuk menekan angka morbiditas dan mortalitas.

 

Penyakit Kronis Tidak Bisa Disembuhkan, tetapi Bisa Dikendalikan

 

Tenaga dokter BANGKIT, dr. Ade Yurga Tonara, menegaskan bahwa penyakit hipertensi dan diabetes tidak dapat disembuhkan, tetapi bisa dikendalikan dengan kedisiplinan tinggi.

 

“Hipertensi dan DM tidak bisa sembuh, tapi bisa dikontrol. Karena itu, masyarakat perlu terus distimulus agar rutin memeriksakan diri dan disiplin minum obat. Dengan kontrol yang baik, komplikasi bisa dicegah,” ujarnya.

 

Melalui kegiatan ini, BANGKIT berharap kesadaran masyarakat terhadap kesehatan terus meningkat serta mendorong kebiasaan deteksi dini sebagai langkah penting mencegah penyakit kronis yang berbahaya.(TT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *