Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR— Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, dugaan kualitas makanan yang dinilai tidak layak konsumsi bagi balita memicu aparat kepolisian mendatangi salah satu dapur MBG di wilayah Kecamatan Selong, Lombok Timur.
Kunjungan aparat tersebut menyusul adanya keluhan warga terkait kondisi makanan MBG yang diterima anak balita.
Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai hasil pemeriksaan dari pihak kepolisian.
Di sisi lain, Koordinator Kecamatan (Korcam) MBG Kecamatan Selong disebut belum mengambil langkah konkret terhadap dapur MBG yang dipermasalahkan.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait mekanisme pengawasan program tersebut.
Seorang warga Kelurahan Kebon Talo, Kecamatan Selong, Lombok Timur, Alfani, mengaku kecewa dengan kualitas makanan MBG yang diterima anaknya yang berusia 3,5 tahun. Ia menyebut makanan tersebut diterima sekitar pukul 15.30 WITA, sementara informasi yang ia peroleh menyebutkan bahwa makanan dimasak sejak pagi hari.
“Bayangkan jika urap dimasak pagi hari lalu baru diterima sore sekitar pukul 15.30, apakah masih layak dikonsumsi, apalagi untuk balita?” ujar Alfani saat dikonfirmasi, Jumat (8/1).
Alfani menegaskan bahwa keluhan tersebut murni demi kesehatan anak dan bukan dilatarbelakangi kepentingan pribadi. Ia membantah isu yang menyebut istrinya memiliki kepentingan tertentu terhadap dapur MBG.
“Tudingan itu tidak benar dan tidak berdasar. Saya hanya menyampaikan kondisi yang kami alami,” tegasnya.
Menurut Alfani, paket makanan MBG tersebut diambil langsung oleh anaknya di Posyandu Menteng, Kelurahan Kebon Talo. Distribusi makanan berada di bawah pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sandubaya Tiga.
Sementara itu, di tengah keluhan masyarakat, beredar pula dugaan adanya praktik bagi hasil antara oknum koordinator wilayah (Korwil) dan Korcam Badan Gizi Nasional (BGN) dengan pengelola dapur MBG di Lombok Timur. Namun, dugaan tersebut masih sebatas isu dan belum disertai bukti serta klarifikasi resmi dari pihak terkait.
Hingga saat ini, pihak pengelola dapur MBG, Korcam MBG Kecamatan Selong, maupun aparat kepolisian belum memberikan pernyataan resmi terkait hasil pemeriksaan dan tindak lanjut atas keluhan warga tersebut.(TT).











