Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR— Sejumlah massa aksi kembali menggelar unjuk rasa di Kantor Dinas Pariwisata dan Kantor Bupati Lombok Timur, Selasa (20/1/2026), sekitar pukul 11; 00 wita.
Mereka mendesak Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, untuk mencopot Staf Khusus Bupati Bidang Pariwisata dan Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur yang dinilai gagal memajukan sektor pariwisata.
Dalam aksi tersebut, massa menilai tidak adanya perkembangan signifikan di sektor pariwisata Lombok Timur disebabkan oleh dugaan campur tangan kepentingan politik serta kepentingan pribadi dalam pengelolaannya.
Mereka menyebut kondisi ini berdampak langsung terhadap stagnasi pariwisata daerah.
Orator aksi dalam orasinya menyampaikan kekecewaan terhadap pernyataan-pernyataan yang selama ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Staf Khusus Bupati Bidang Pariwisata. Menurutnya, pernyataan pejabat terkait kerap berubah-ubah dan tidak konsisten.
“Kita lihat dan saksikan sosok yang sering berbicara di berbagai kesempatan berdiri di hadapan kita hari ini,” ujar salah satu orator saat menyampaikan orasi di depan Kantor Dinas Pariwisata Lombok Timur.
Ia juga menegaskan bahwa dalam waktu yang relatif singkat, pernyataan yang disampaikan oleh pejabat terkait dinilai saling bertentangan. “Belum sampai dua minggu, pernyataannya sudah berbeda,” katanya.
Massa aksi menegaskan bahwa mereka tidak lagi ingin mendengar penjelasan dari Kepala Dinas Pariwisata. Mereka mengklaim bahwa pernyataan yang disampaikan selama ini tidak mencerminkan kondisi riil di masyarakat.
“Yang benar adalah apa yang dirasakan masyarakat, bukan pernyataan-pernyataan yang disampaikan,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Bupati Lombok Timur maupun pihak Dinas Pariwisata terkait tuntutan massa aksi tersebut.(TT).











