JENEPONTO

Musrenbang Tematik 2026, Paris Yasir : Saatnya Pembangunan Jeneponto Inklusif untuk Semua

32
×

Musrenbang Tematik 2026, Paris Yasir : Saatnya Pembangunan Jeneponto Inklusif untuk Semua

Sebarkan artikel ini

Jeneponto, topikterkini.com – Semangat pembangunan yang menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat terasa kental dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Tematik tahun 2026.

Diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jeneponto di Ruang Pola, Senin 2 Maret 2026, acara yang fokus pada isu anak perempuan, stunting, disabilitas, Anak Tidak Sekolah (ATS), dan kemiskinan menghadirkan sinergi kuat dari berbagai pemangku kepentingan.

Hadir dalam kesempatan tersebut tidak hanya para pimpinan perangkat daerah dan camat se-Kabupaten Jeneponto, melainkan juga perwakilan kelompok perempuan, komunitas disabilitas, Forum Anak Turatea, serta delegasi dari setiap kecamatan yang terdiri dari anak disabilitas perempuan dan elemen masyarakat lainnya. Kehadiran beragam kalangan ini menjadi bukti konkret bahwa pembangunan di Jeneponto benar-benar mengedepankan partisipasi yang inklusif.

Dalam pidato pembukaan, Bupati Jeneponto Paris Yasir menekankan bahwa pembangunan yang berkelanjutan hanya bisa terwujud jika tidak ada satu kelompok pun yang ditinggalkan. “Kita tidak hanya membangun untuk masyarakat umum atau kawasan perkotaan semata. Setiap kelompok kepentingan harus memiliki peran aktif mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan, sehingga hasilnya benar-benar bisa dirasakan oleh semua lapisan,” tegasnya.

Bupati juga memberikan perhatian khusus pada peran anak dalam pembangunan. Menurutnya, masa depan daerah ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia muda, sehingga penting bagi anak untuk terlibat langsung dalam merancang langkah-langkah pembangunan yang akan memengaruhi kehidupannya kelak.

Sebagai penyelenggara, Kepala Bappeda Kabupaten Jeneponto Alvian Affand Syam, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kesuksesan acara.

Ia mengungkapkan bahwa Musrenbang bukan hanya ajang berbagi ide, tetapi juga ruang yang mampu menjembatani harapan masyarakat dengan realisasi pembangunan.

“Beberapa usulan dari Musrenbang Tematik tahun sebelumnya telah terealisasikan di bawah kepemimpinan Bupati, contohnya pada akhir 2024 hingga awal 2025, anak anak mengajukan kebutuhan akan tempat representatif untuk interaksi sosial seperti stadion yang ada di beberapa kabupaten tetangga.

Tanpa berlama-lama, Bupati langsung mengambil langkah untuk membangun stadion mini Turatea yang kini menjadi ruang terbuka yang nyaman dan dapat dinikmati oleh semua kalangan, dari anak-anak hingga lansia,” jelasnya.

Tahun ini, Musrenbang Tematik menunjukkan kemajuan signifikan dengan partisipasi yang lebih banyak dari kalangan anak, termasuk Forum Anak Turatea yang telah aktif berkontribusi dalam proses pembangunan dan perencanaan di Kabupaten Jeneponto.

Kehadiran mereka menjadi inspirasi bahwa anak tidak hanya sebagai objek pembangunan, tetapi juga sebagai subjek yang memiliki kontribusi berharga.

Bupati dan Kepala Bappeda juga memberikan apresiasi khusus kepada mitra strategis pembangunan, antara lain Pattiro Jeka yang telah konsisten memberikann input konstruktif untuk memastikan arah pembangunan selalu berpihak pada kelompok anak dan kelompok marginal lainnya.

Dengan semangat kolaborasi dan komitmen yang kuat, Kabupaten Jeneponto terus bergerak maju menuju visi “Jeneponto Bahagia” – di mana pembangunan inklusif menjadi landasan, dan setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih kesejahteraan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *