Topikterkini.com.Donggala – Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga Kabupaten Donggala, Ansyar Sutiadi, menegaskan komitmennya untuk membenahi tata kelola dana rehabilitasi (revit) sekolah sejak mulai bertugas pada 2026.
Ia mengungkapkan, pihaknya segera berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah guna melakukan audit terhadap seluruh sekolah penerima dana revit.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada penyimpangan dalam pengelolaan anggaran, termasuk dugaan adanya pungutan liar (pungli).
“Kalau ada dan terbukti, tentu akan diberikan sanksi. Baik pemberi maupun penerima sama-sama akan dikenakan tindakan,” tegas Ansyar, Senin (2/3/2026).
Ia mengaku telah melaporkan persoalan tersebut kepada Bupati Donggala dan memastikan bahwa penindakan akan dilakukan sesuai aturan. Ansyar juga mengingatkan para kepala sekolah agar tidak melayani permintaan setoran dalam bentuk apa pun.
“Kalau ada yang datang meminta, jangan diberikan. Jika merasa tertekan atau takut, segera lapor ke saya,” ujarnya.
Menurutnya, program rehabilitasi sekolah merupakan prioritas nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, sehingga harus berjalan transparan dan tepat sasaran.
Ia menekankan bahwa banyak sekolah di Donggala membutuhkan perbaikan, sehingga dana tersebut sangat vital bagi peningkatan kualitas pendidikan.
Terkait dugaan pungutan yang disebutkan oleh salah satu kepala sekolah,
Ansyar mengaku telah memanggil Kepala Bidang SD untuk dimintai klarifikasi. Dari hasil pertemuan tersebut, Kabid SD membantah melakukan pungutan.
Soal pengadaan papan proyek atau baliho, yang bersangkutan menyatakan hanya membantu atas permintaan pihak sekolah karena keterbatasan teknis di lapangan.
Disebutkan pula bahwa masih ada dua sekolah yang belum mengambil papan proyek tersebut, meski telah dihubungi. Namun demikian, Ansyar menegaskan pihaknya tetap akan menelusuri aturan terkait apakah diperbolehkan dinas menawarkan bantuan pembuatan baliho kepada sekolah.
“Saya tidak mentolerir siapa pun yang mencoba merusak dunia pendidikan dengan pungli atau tekanan dalam bentuk apa pun. Pendidikan adalah investasi masa depan anak-anak kita. Kalau ada oknum yang terbukti memanfaatkan situasi, saya akan laporkan ke bupati dan berikan sanksi tegas,” pungkasnya.
(Alir).











