Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR — Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Lombok Timur kembali menyuarakan kritik dalam aksi unjuk rasa yang digelar di depan Kantor Bupati Lombok Timur, Selasa (28/4) sekitar pukul 10.00 WITA.
Dalam aksi tersebut, massa tidak hanya menyoroti kinerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, tetapi juga mengkritik peran Wakil Bupati yang dinilai belum maksimal dalam menjalankan tugasnya.
Salah satu peserta aksi, Fahmi selaku Wakil Presiden Mahasiswa UGR, menyampaikan bahwa Wakil Bupati lebih sering terlihat dalam aktivitas yang bersifat publikasi dibandingkan kerja nyata di lapangan.
“Setiap ada kegiatan lainnya, Wakil Bupati ke mana? Masa hanya sosialisasi saja. Mana janji-janji politiknya,” ujarnya di tengah aksi.
Massa aksi bahkan menyebut Wakil Bupati lebih berperan sebagai “konten kreator” karena dinilai lebih aktif dalam membuat konten dibandingkan menjalankan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Menurut mereka, kondisi tersebut berbanding terbalik dengan harapan masyarakat yang menginginkan realisasi program kerja, terutama dalam sektor pelayanan publik dan kesejahteraan.
Aliansi BEM menilai, jika kondisi ini terus berlanjut, maka masyarakat berpotensi semakin terabaikan, sementara kebutuhan mendasar seperti pendidikan dan fasilitas umum masih belum mendapatkan perhatian serius.
Aksi berlangsung dengan tertib di bawah pengawalan aparat keamanan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terkait kritik yang disampaikan oleh massa aksi.(TT).











