BeritaDAERAHNTB

Ketua FRB Lotim Menyoroti Dua Bidang Dinilai Mati Suri, Kadis PUPR Lotim Meradang Diambang Angin

39
×

Ketua FRB Lotim Menyoroti Dua Bidang Dinilai Mati Suri, Kadis PUPR Lotim Meradang Diambang Angin

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR — Ketua Forum Rakyat Bersatu (FRB) Lombok Timur menyoroti kinerja dua bidang strategis di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lombok Timur, yakni Bidang Cipta Karya dan Bidang Pengairan, yang dinilai “mati suri”.

 

Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangannya kepada media, Senin (4/5), menyusul minimnya realisasi program serta lemahnya respons terhadap berbagai persoalan infrastruktur yang dikeluhkan masyarakat.

 

Menurut Ketua FRB Lotim Eko Rahadi, kedua bidang tersebut seharusnya menjadi ujung tombak dalam pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur dasar, seperti air bersih, sanitasi, drainase, hingga sistem irigasi pertanian. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, kinerjanya dinilai tidak terlihat signifikan.

 

“Banyak laporan masyarakat terkait kerusakan irigasi, saluran air yang tidak berfungsi, hingga proyek yang mangkrak. Tapi respons dari Bidang Pengairan dan Cipta Karya terkesan lamban, bahkan cenderung tidak ada,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, terutama petani yang sangat bergantung pada sistem pengairan. Selain itu, persoalan sanitasi dan air bersih juga dinilai belum tertangani secara optimal di sejumlah wilayah.

 

FRB mendesak Pemerintah Kabupaten Lombok Timur untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja kedua bidang tersebut. 

 

 

Jika diperlukan, perombakan struktur atau penempatan ulang pejabat dinilai penting guna meningkatkan efektivitas kerja.

 

“Kami meminta Bupati tidak tinggal diam. Harus ada langkah konkret, baik evaluasi maupun tindakan tegas terhadap pejabat yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik,” tegasnya.

 

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas PUPR Lombok Timur belum memberikan keterangan resmi terkait kritik yang disampaikan FRB.

 

FRB menyatakan akan terus mengawal isu ini dan membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan terkait pelayanan infrastruktur di Lombok Timur.(TT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *