TAKALAR, Topikterkini.com – Tragedi meninggalnya dua balita di area proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Dusun Bontosunggu, Desa Pa’rappunganta, Kecamatan Polongbangkeng Utara (Polut), mendorong Pemerintah Kabupaten Takalar memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan proyek tersebut.
Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye yang datang langsung ke rumah duka keluarga korban menegaskan bahwa aspek keselamatan harus menjadi perhatian utama selama proses pembangunan berlangsung.
Dalam kesempatan itu, Daeng Manye memberikan perhatian khusus kepada pihak pelaksana proyek dari PT Nindya Karya melalui PIC Putu Sumantra agar seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai standar keselamatan kerja.
Ia meminta perusahaan tidak hanya memperhatikan keselamatan pekerja, tetapi juga menjamin keamanan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi proyek.
“Harus ada pembatas yang jelas di area proyek. Keselamatan masyarakat, terutama anak-anak di sekitar lokasi pembangunan, harus menjadi perhatian utama,” tegas Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, Kamis (28/5/2026).
Bupati juga menginstruksikan agar area proyek segera dipasangi pagar atau pembatas keliling sehingga masyarakat, khususnya anak-anak, tidak mudah memasuki kawasan pekerjaan.
Menurutnya, langkah preventif tersebut merupakan upaya penting untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi dan menciptakan lingkungan proyek yang lebih aman.
Pemerintah Kabupaten Takalar memastikan akan terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan agar setiap proyek pemerintah berjalan dengan mengedepankan keselamatan masyarakat. (*)











