TAKALAR

Plt Camat Polsel Dukung Penuh Gerakan Assamaturu Bebas TBC, Siap Libatkan Seluruh Elemen Masyarakat

9
×

Plt Camat Polsel Dukung Penuh Gerakan Assamaturu Bebas TBC, Siap Libatkan Seluruh Elemen Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Plt Camat Polongbangkeng Selatan (Polsel), Ayatullah Rawatib menyatakan dukungan penuhnya terhadap gerakan Assamaturu Bebas TBC. (Dok.Istimewa)

TAKALAR, Topikterkini.com – Plt Camat Polongbangkeng Selatan (Polsel), Ayatullah Rawatib, menyatakan dukungan penuh terhadap Gerakan Assamaturu Bebas TBC yang digagas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar, dr. Nilal Fauziah. Program tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam mempercepat penanganan dan eliminasi Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Takalar.

Menurut Ayatullah, keberhasilan pemberantasan TBC tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan semata, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, Gerakan Assamaturu Bebas TBC hadir sebagai wadah kolaborasi yang mampu menyatukan berbagai pihak dalam satu tujuan yang sama.

“Sebagai pemerintah kecamatan, kami mendukung penuh Gerakan Assamaturu Bebas TBC. Program ini sangat baik karena melibatkan masyarakat secara aktif dalam upaya pencegahan, penemuan kasus, hingga pendampingan pengobatan pasien TBC,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh jajaran pemerintah kecamatan hingga tingkat desa dan kelurahan di wilayah Polongbangkeng Selatan siap bersinergi dengan Dinas Kesehatan untuk menyukseskan program tersebut. Menurutnya, pendekatan kolaboratif menjadi kunci utama dalam memutus rantai penularan penyakit TBC.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Takalar, dr. Nilal Fauziah, menjelaskan bahwa Gerakan Assamaturu Bebas TBC merupakan inovasi yang lahir dari semangat gotong royong masyarakat Takalar dalam menghadapi tantangan kesehatan yang masih menjadi perhatian nasional tersebut.

“Assamaturu berarti bersatu dan bekerja bersama. Melalui gerakan ini, kami ingin membangun kesadaran kolektif bahwa TBC bisa dicegah dan disembuhkan apabila ditemukan lebih awal serta ditangani secara tepat. Semua pihak harus bergerak bersama,” kata dr. Nilal Fauziah.

Ia mengungkapkan, program tersebut juga diperkuat dengan pengukuhan duta TBC, edukasi masyarakat, pelacakan kontak erat, serta pendampingan pasien agar menjalani pengobatan hingga tuntas. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan angka kesembuhan sekaligus menekan angka penularan.

Program Assamaturu Bebas TBC diharapkan menjadi motor penggerak dalam mewujudkan target Takalar Bebas TBC pada tahun 2030. Dengan dukungan pemerintah kecamatan, desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat, optimisme untuk mencapai target tersebut semakin besar demi menciptakan generasi Takalar yang sehat dan produktif. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *