Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR– Perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah di Lapangan Porda Selong, Jumat malam, berlangsung semarak dengan penampilan berbagai kelompok seni dan budaya.
Salah satu yang menarik perhatian masyarakat adalah penampilan Grup Orkes Keroncong Bawak Paok yang dipimpin oleh Hasim, S.Pd., guru SMPN 2 Selong.
Dalam kesempatan tersebut, Orkes Keroncong Bawak Paok menghadirkan kolaborasi musik yang memadukan keroncong asli, lagu-lagu Jawa, dan lagu daerah Sasak. Penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.
Hasim mengatakan, keikutsertaan grupnya dalam peringatan 1 Muharam merupakan bentuk partisipasi untuk mendukung pelestarian seni budaya sekaligus memberikan warna baru dalam perkembangan musik daerah di Lombok Timur.
“Kami mencoba mengkolaborasikan musik keroncong dengan lagu-lagu Sasak dan Jawa agar lebih dekat dengan berbagai kalangan masyarakat. Ini juga menjadi upaya memperkenalkan keroncong kepada generasi muda,” ujarnya.
Menariknya, para pemain dan vokalis yang tergabung dalam Orkes Keroncong Bawak Paok berasal dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari kalangan senior, guru, dosen, hingga pegawai pemerintahan.
Di antaranya terdapat mantan Kepala Bagian Ekonomi Lombok Timur, Lalu Mustiarep, S.Sos., serta mantan Kepala Dinas Perizinan Lombok Timur, Drh. Achsan.
Menurut Hasim, musik Sasak memiliki potensi besar untuk terus berkembang melalui berbagai genre dan aransemen baru. Selama ini, lagu-lagu Sasak telah banyak dikenal melalui irama dangdut, cilokak, dan kecimol.
Namun, ia menilai keroncong modern juga dapat menjadi wadah yang menarik untuk memperkaya khazanah musik daerah.
“Saya ingin ada warna baru bagi lagu-lagu Sasak yang saat ini semakin diminati masyarakat. Selain dalam kreasi dangdut, cilokak, dan kecimol, lagu Sasak juga bisa dikemas dalam irama keroncong modern,” katanya.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi digital turut membuka peluang lebih luas bagi musik Sasak untuk dikenal masyarakat.
Saat ini, berbagai karya musik daerah telah mulai hadir dalam platform digital, bahkan dikembangkan melalui teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
“Kemajuan digitalisasi membuat musik Sasak semakin mudah diakses. Bahkan saat ini sudah banyak konten musik Sasak yang dikreasikan melalui media AI dan mendapat perhatian masyarakat,” tambahnya.
Peringatan 1 Muharam 1448 H di Lapangan Porda Selong menjadi momentum yang tidak hanya memperkuat nilai-nilai keagamaan, tetapi juga menjadi ruang bagi pelestarian seni dan budaya lokal melalui kolaborasi lintas generasi dan profesi.
Dengan inovasi yang terus dilakukan, musik keroncong dan lagu-lagu Sasak diharapkan semakin berkembang serta mampu menjangkau khalayak yang lebih luas.(TT).











