TAKALAR, Topikterkini.com – Menyikapi pemberitaan yang beredar terkait dugaan penggunaan barcode BBM subsidi tanpa sepengetahuan pemiliknya di SPBU 74.922.10 Palleko, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Jasmianti akhirnya memberikan klarifikasi atas peristiwa tersebut, Rabu (24/6/2026).
Sebelumnya, Jasmianti sempat mengira barcode BBM subsidi yang terdaftar pada kendaraannya telah digunakan oleh pihak lain tanpa izin setelah dirinya tidak dapat melakukan pengisian BBM karena sistem menunjukkan barcode tersebut telah digunakan sebelumnya.
Namun setelah melakukan penelusuran dan memastikan kronologi kejadian, Jasmianti mengungkapkan bahwa penggunaan barcode tersebut ternyata dilakukan saat kendaraan miliknya dipinjam oleh salah satu kerabat untuk melakukan perjalanan ke luar daerah pada dini hari.
Dalam perjalanan tersebut, kerabat yang menggunakan kendaraan diketahui sempat melakukan pengisian BBM subsidi di SPBU Palleko dengan menggunakan barcode yang memang terdaftar pada kendaraan milik Jasmianti. Setelah perjalanan selesai, kendaraan kemudian dikembalikan ke rumah pada sore harinya.
Menurut Jasmianti, permasalahan muncul karena kerabat yang meminjam kendaraan tidak menyampaikan informasi bahwa pengisian BBM subsidi telah dilakukan. Akibatnya, ketika dirinya hendak melakukan pengisian kembali, sistem mencatat barcode telah digunakan sehingga menimbulkan dugaan adanya penyalahgunaan.
“Dari hasil penelusuran, ternyata kendaraan saya sebelumnya dipakai oleh keluarga untuk perjalanan keluar daerah dan sempat melakukan pengisian BBM di SPBU Palleko. Saat mobil dikembalikan, saya tidak diberitahu bahwa BBM sudah diisi, sehingga terjadi kesalahpahaman,” ujar Jasmianti.
Ia menegaskan bahwa setelah mengetahui fakta sebenarnya, dirinya memastikan tidak ada pihak lain yang menyalahgunakan barcode BBM subsidi miliknya. Kejadian tersebut murni terjadi karena kurangnya komunikasi antara anggota keluarga yang menggunakan kendaraan.
Dengan adanya klarifikasi ini, Jasmianti berharap informasi yang beredar dapat dipahami secara utuh oleh masyarakat.
Ia juga mengimbau agar setiap pengguna kendaraan yang dipinjamkan kepada keluarga atau kerabat selalu saling memberikan informasi terkait penggunaan barcode BBM subsidi guna menghindari kesalahpahaman serupa di kemudian hari. (*)











