Topikterkini.com.|Buol – Pemerintah Daerah Kabupaten Buol memberikan apresiasi yang tinggi atas kehadiran tim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dari Stasiun Gorontalo dan Stasiun Toli-Toli.
Kunjungan kerja ini dilakukan dalam rangka melakukan survei lapangan guna memetakan potensi cuaca, iklim, serta kebencanaan di wilayah Kabupaten Buol, pada Selasa, (14/7).
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Buol, Moh. Nasir Dj. Daimaroto, S.H., M.H., saat menerima kunjungan tim BMKG di halamam kantor bupati yang menjadi sampel Survei. Dalam pertemuan tersebut, Wabup didampingi oleh Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buol, Moh. Kafi.
Wakil Bupati Moh. Nasir Dj. Daimaroto mengungkapkan bahwa kehadiran BMKG sangat krusial bagi Kabupaten Buol. Mengingat letak geografis Buol yang memiliki kerawanan terhadap beberapa potensi bencana alam, data survei yang akurat dan terkini dari BMKG sangat dibutuhkan untuk menyusun strategi mitigasi yang efektif.
“Kami atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Buol mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran BMKG Gorontalo dan Toli-Toli. Kehadiran bapak-bapak sekalian untuk melakukan survei di wilayah kami adalah langkah nyata yang sangat berharga untuk keselamatan warga kami,” ujar Wabup Moh. Nasir.
Wabup Nasir juga menekankan bahwa hasil survei lapangan ini nantinya akan menjadi dasar pengambilan kebijakan bagi Pemda Buol, khususnya dalam mendeteksi dini ancaman bencana hidrometeorologi (seperti banjir dan tanah longsor) serta bencana.
Senada, Kalak BPBD Buol, Moh. Kachfi Marjuni S.P, menyatakan kesiapan instansinya untuk menindaklanjuti hasil survei dan berkolaborasi penuh di lapangan bersama tim BMKG.
Menurut Moh. Kachfi, sinergi lintas sektoral ini akan membantu BPBD dalam memperbarui peta rawan bencana dan memperkuat sistem peringatan dini (Early Warning System) di tingkat desa hingga kecamatan.
“Data dari survei BMKG Gorontalo dan Toli-Toli ini akan sangat membantu kami di BPBD untuk bekerja lebih responsif dan presisi. Kami siap mendukung penuh seluruh rangkaian kegiatan survei ini agar berjalan dengan lancar,” tegas Moh. Kafi.
Asyer Oktaf, Staf Pengamat Meteorologi dan Geofisika Stasiun Geofisika Gorontalo – BMKG
Pengambilan data lapangan ini dilakukan menggunakan metode perekaman getaran alami tanah (microtremor) di permukaan.
Melalui konfigurasi titik rekam tertentu, data rekaman tersebut mampu mengeksplorasi dan menjelaskan kondisi karakteristik struktur bawah permukaan hingga kedalaman beberapa puluh meter secara akurat.
Survei pemetaan ini difokuskan pada area pemukiman warga serta beberapa desa terdampak yang sebelumnya dilaporkan mengalami kerusakan fisik akibat gempa bumi pada tanggal 12 Juli kemarin. Hasil akhir dari pengolahan data teknis lapangan ini akan disajikan dalam bentuk:
Peta Spasial Kerentanan Tanah: Peta tematik yang memetakan zona tanah lunak hingga keras di seluruh Kabupaten Buol untuk mengidentifikasi tingkat kerawanan secara geografis.
Rekomendasi Strategis Pemda: Dokumen parameter mikrozonasi sebagai basis kebijakan tata ruang, standarisasi bangunan tahan gempa, serta perencanaan mitigasi bencana jangka panjang bagi Pemda Buol.
Laporan Kompilasi Pusat: Data terverifikasi yang akan diintegrasikan dengan BMKG Pusat di Jakarta guna memperbarui basis data kegempaan nasional.
Selain fokus melakukan survei mikroseismik, tim BMKG juga aktif menjalin koordinasi dan melakukan sosialisasi kepada jajaran pemangku kepentingan daerah, termasuk jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Buol.
Edukasi ini mencakup penyampaian data terkini mengenai aktivitas gempa susulan (aftershocks) yang terjadi secara berkala serta data kerusakan.
BMKG mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Buol agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab.
Masyarakat diharapkan selalu menyaring informasi kegempaan dan memastikan data yang diperoleh hanya bersumber dari kanal resmi terpusat, yakni melalui BMKG atau BPBD setempat guna meminimalisir penyebaran berita bohong (hoaks) yang dapat memicu kepanikan massal.***











