BeritaDAERAHNTB

Kecam Dugaan Pelecehan Verbal oleh Oknum Anggota DPRD Saat Sidak! Eko Rahadi Pertanyakan Dugaan Kunker ke Kafe Gunakan Dana APBD, Minta Penjelasan DPRD Lotim

129
×

Kecam Dugaan Pelecehan Verbal oleh Oknum Anggota DPRD Saat Sidak! Eko Rahadi Pertanyakan Dugaan Kunker ke Kafe Gunakan Dana APBD, Minta Penjelasan DPRD Lotim

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR– Ketua Forum Rakyat Bersatu (FRB) Lombok Timur, Eko Rahadi, mengecam dugaan ucapan yang dinilai mengandung pelecehan verbal dan penghinaan yang diduga dilakukan oleh seorang oknum anggota DPRD Lombok Timur. 

 

 

Menurutnya, pernyataan tersebut tidak mencerminkan etika seorang wakil rakyat dan berpotensi menimbulkan dampak psikologis bagi pihak yang menjadi sasaran.

 

Eko menyebut, oknum anggota DPRD yang disebut-sebut menjabat sebagai Ketua Badan Kehormatan (BK) itu diduga melontarkan pernyataan yang mengaitkan kehidupan pribadi rekan sesama anggota DPRD di hadapan orang lain.

 

“Kita balik saja, seandainya beliau yang disebut seperti itu, apakah tidak marah dia, keluarganya, maupun anak-anaknya,” ujar Eko dalam keterangannya.

 

Menurutnya, ucapan yang menyangkut persoalan pribadi seseorang tidak layak disampaikan, terlebih oleh seorang pejabat publik yang seharusnya menjaga etika dan kehormatan lembaga.

 

Selain menyoroti dugaan pelecehan verbal tersebut, Eko juga mempertanyakan kegiatan kunjungan kerja (kunker) yang menurutnya diduga dilakukan di sebuah kafe dengan menggunakan anggaran yang bersumber dari APBD.

 

“Terindikasi mereka kunker ke kafe menggunakan dana APBD, yaitu uang rakyat. Hal ini perlu dijelaskan kepada publik,” tegasnya.

 

Eko meminta Ketua DPRD Lombok Timur segera mengambil langkah dengan memanggil oknum anggota DPRD yang bersangkutan untuk memberikan klarifikasi atas dugaan tersebut.

 

“Saya meminta Ketua DPRD Lombok Timur bertindak dan memanggil yang bersangkutan agar persoalan ini menjadi terang dan tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat,” tandasnya.

 

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak anggota DPRD yang disebut maupun dari pimpinan DPRD Lombok Timur terkait tudingan tersebut.(TT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *