SULAWESI TENGGARA

Hari Kedua Pencarian Remaja 14 Tahun Hilang di Perairan Lande Buton Selatan, Tim SAR Bagi Dua Tim

20
×

Hari Kedua Pencarian Remaja 14 Tahun Hilang di Perairan Lande Buton Selatan, Tim SAR Bagi Dua Tim

Sebarkan artikel ini

TOPIKterkini.com – BUTON SELATAN | Tim SAR Gabungan melanjutkan operasi pencarian dan pertolongan (Ops SAR) hari kedua terhadap seorang remaja berusia 14 tahun yang diduga terjatuh dari kapal (Man Overboard/MOB) di sekitar perairan Lande, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, Senin (20/7/2026).

Korban diketahui bernama Marifah (14), seorang warga RT Pimpi, Kelurahan Tanganapada, Kecamatan Murhum, Kota Baubau.

Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin A.S, peristiwa naas tersebut bermula pada Sabtu (18/7/2026) malam sekitar pukul 20.00 WITA.

​Setelah selesai mengambil umpan di bagan, salah seorang Anak Buah Kapal (ABK) meminta korban untuk beristirahat di dalam kamar. Namun, sekitar setengah jam kemudian, korban terlihat berada di area haluan kapal. Pada pukul 21.00 WITA, korban sudah tidak terlihat lagi di atas kapal dan diduga kuat terjatuh ke laut.

Pola Pencarian Hari Kedua
​Pencarian yang dimulai sejak pukul 07.15 WITA melibatkan pembagian dua tim lapangan untuk memperluas jangkauan penyisiran :

  • Tim 1: Menggunakan rubber boat untuk menyisir area perairan seluas 3 mil laut persegi (NM2).
  • ​Tim 2: Menggunakan kapal fiber milik warga lokal untuk melakukan penyisiran dari titik Last Known Position (LKP) ke arah utara hingga barat, serta menyusuri garis pesisir pantai sekitar LKP.

Operasi hari ini didukung kondisi cuaca yang cukup cerah dengan kecepatan angin sekitar 6 knot bergerak dari arah timur, serta ketinggian gelombang laut dalam kategori aman berkisar antara 0 hingga 0,8 meter.

Unsur Gabungan dan Peralatan Utama
Operasi pencarian ini melibatkan sinergi dari berbagai unsur, antara lain:

  • Pos SAR Baubau bersama SAR Mission Coordinator (SMC) dan staf
  • Polsek Lapandewa dan Koramil Sampolawa
  • Aparat Desa Lapandewa Makmur dan Gerak Makmur
  • Pihak keluarga korban dan warga setempat

Sejumlah peralatan canggih dan pendukung evakuasi turut diterjunkan, termasuk mobil rescue, rubber boat, kapal fiber warga, pendeteksi sonar genggam (Aquaeye), peralatan SAR evakuasi dan medis, serta peranti komunikasi lapangan.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih terus melakukan penyisiran intensif di lokasi kejadian. Pihak KPP Kendari menyampaikan bahwa perkembangan lebih lanjut mengenai operasi SAR ini akan diperbarui secara berkala. (D)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *