BUOL

Pemkab Buol Dorong Budidaya Tanaman Hias dan Buah Bernilai Ekonomi

27
×

Pemkab Buol Dorong Budidaya Tanaman Hias dan Buah Bernilai Ekonomi

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.com.|Buol – Pemerintah Kabupaten Buol melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menggelar Rapat Koordinasi Pengembangan Tanaman Hias dan Tanaman Pelindung Hortikultura (Buah-buahan) sebagai langkah strategis dalam mendorong penghijauan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Rapat pada Senin, (20/7) ini bertujuan menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan mengenai arah pengembangan tanaman hias dan tanaman buah, menetapkan komoditas prioritas, menyusun lokasi pengembangan, serta menentukan kebutuhan bibit yang akan didistribusikan.

Dalam pemaparannya, Dinas Pertanian menjelaskan bahwa program ini merupakan investasi jangka panjang yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan. Keberhasilan program membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kelompok tani, hingga masyarakat agar tercipta kawasan hortikultura yang produktif, indah, dan berkelanjutan.

Kabupaten Buol diarahkan mengembangkan dua klaster utama, yakni tanaman hias seperti pucuk merah, bougenville, euphorbia, puring, palem, oleander, bunga jepun, dan pohon lontar untuk memperindah ruang terbuka hijau, sekolah, serta kawasan publik. Sementara klaster tanaman buah difokuskan pada mangga, alpukat, dan rambutan sebagai tanaman pelindung yang juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

Melalui program ini, diharapkan tercipta kawasan yang lebih hijau dan asri, buol yang famous, sekaligus membuka peluang usaha pembibitan, meningkatkan pendapatan kelompok tani, memperkuat ketahanan pangan, serta mendukung pengembangan agrowisata di Kabupaten Buol.

Dalam pelaksanaannya, setiap pihak memiliki peran yang saling mendukung. Dinas Pertanian bertugas menyediakan bibit, pembinaan teknis, monitoring, dan evaluasi. Pemerintah kecamatan melakukan koordinasi wilayah, pemerintah desa menyiapkan lokasi dan menggerakkan masyarakat, kelompok tani memproduksi serta memelihara bibit, sedangkan masyarakat berperan aktif dalam menanam, merawat, dan menjaga keberlanjutan tanaman.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *