BeritaDAERAHNTB

Massa Aksi Minta Bupati Lombok Timur Haerul Warisin Bertanggung Jawab atas Kerusakan Jalan Kalijaga Timur, Jangan Menjadi Pengecut!

13
×

Massa Aksi Minta Bupati Lombok Timur Haerul Warisin Bertanggung Jawab atas Kerusakan Jalan Kalijaga Timur, Jangan Menjadi Pengecut!

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR— Massa aksi masyarakat Kalijaga Timur, Kecamatan Aikmel, meminta Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin bertanggung jawab dan segera memberikan solusi atas kerusakan jalan di wilayah tersebut.

 

Tuntutan itu disampaikan massa saat menggelar aksi di Kantor Bupati Lombok Timur, Kamis (20/8/2026). Massa menilai kerusakan jalan telah mengganggu aktivitas masyarakat dan diduga berkaitan dengan aktivitas kendaraan pengangkut material galian C.

 

Salah seorang peserta aksi, Rengga, mengatakan pemerintah daerah harus segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

 

“Harus ada solusi yang diberikan oleh Bupati Lombok Timur terkait kerusakan jalan di wilayah Kalijaga Timur,” ujar Rengga.

 

Ia juga mempertanyakan transparansi program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) dari aktivitas usaha di wilayah tersebut. Menurutnya, selama ini masyarakat belum mengetahui secara terbuka berapa nilai CSR yang telah diberikan.

 

“CSR selama ini tidak pernah dibuka berapa jumlah sebenarnya,” katanya.

 

Rengga juga mengkritik sikap Bupati Haerul Warisin yang dinilai berbeda setelah menjabat dibandingkan saat masa pemilihan kepala daerah.

 

“Pak Iron harus seperti dulu. Jangan ketika waktu pemilihan mendatangi masyarakat dan siap berjanji, kenapa sekarang setelah naik (menjabat) hilang dan tidak mau bertemu dengan masyarakat, apalagi memperbaiki jalan tersebut,” jelasnya.

 

Dalam aksi tersebut, massa juga melontarkan kritik keras terhadap Bupati Lombok Timur yang dinilai tidak menemui masyarakat Kalijaga Timur.

 

Salah seorang peserta aksi menyebut Bupati Haerul Warisin sebagai pengecut karena tidak hadir menemui massa.

 

“Jangan sampai kami semua masyarakat Kalijaga Timur dan pemerintah desa menutup semua aktivitas galian C dan melakukan demonstrasi lebih besar lagi,” tegasnya.

 

Massa juga menilai aktivitas galian C memiliki kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lombok Timur melalui retribusi dan pajak. Karena itu, mereka meminta pemerintah daerah tidak hanya menerima manfaat ekonomi dari aktivitas tersebut, tetapi juga memperhatikan dampaknya terhadap infrastruktur dan masyarakat.

 

“Penyumbang terbesar PAD adalah galian C, jadi semuanya itu masuk ke daerah, retribusi dan pajaknya,” tandasnya.

 

Massa berharap pemerintah daerah segera memperbaiki jalan Kalijaga Timur serta membuka transparansi terkait penerimaan pajak dan CSR dari aktivitas galian C. Mereka mengancam akan menggelar aksi yang lebih besar apabila tuntutan tersebut tidak segera ditindaklanjuti.(TT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *