BeritaDAERAHNTB

Aksi di Kantor Bupati Ricuh, Bupati Tak Temui Masa! Wabup Turun Edwin Turun Tangan Temui Massa

25
×

Aksi di Kantor Bupati Ricuh, Bupati Tak Temui Masa! Wabup Turun Edwin Turun Tangan Temui Massa

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR — Aksi unjuk rasa warga terkait kerusakan Jalan Kalijaga Timur, Kecamatan Aikmel, Lombok Timur, ricuh di depan Kantor Bupati Lombok Timur, Kamis (20/8/2026).

 

Warga menuntut pemerintah daerah segera memperbaiki jalan yang selama bertahun-tahun mengalami kerusakan. Masyarakat mengaku sebelumnya telah mendapat janji bahwa perbaikan jalan tersebut akan dilakukan pada 2024–2025. Namun, hingga 2026, perbaikan tak kunjung terealisasi.

 

Kekecewaan warga sebelumnya dilampiaskan dengan menutup akses jalan menggunakan tumpukan pasir, batu, dan batang pohon kelapa. Kondisi tersebut dinilai sebagai bentuk protes karena aspirasi masyarakat belum mendapatkan kepastian.

 

Warga menyebut kerusakan jalan semakin parah akibat tingginya aktivitas kendaraan berat, khususnya truk pengangkut pasir dan tanah dari sejumlah lokasi galian C di wilayah tersebut.

 

Menurut warga, terdapat sekitar enam lokasi galian C yang menggunakan akses jalan tersebut. Aktivitas pertambangan itu dinilai turut memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lombok Timur yang disebut mencapai sekitar Rp3 miliar per tahun.

 

Dalam aksi di Kantor Bupati, massa meminta pemerintah tidak lagi mengabaikan kondisi jalan yang menjadi akses utama masyarakat.

 

Ketegangan mulai mereda setelah Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, menemui langsung massa aksi. Wabup kemudian menandatangani surat tuntutan yang diajukan masyarakat sebagai bentuk komitmen untuk menindaklanjuti aspirasi tersebut.

 

Edwin juga meminta masyarakat ikut mengawal proses pembahasan APBD Perubahan di DPRD Lombok Timur. Menurutnya, pengawalan bersama diperlukan agar usulan perbaikan Jalan Kalijaga Timur mendapat perhatian dan dapat direalisasikan.

 

Sementara itu, ketidakhadiran Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin dalam menemui massa menjadi sorotan peserta aksi. Sejumlah warga menilai sikap tersebut kurang responsif terhadap tuntutan masyarakat yang telah lama memperjuangkan perbaikan jalan.

 

Masa berharap pemerintah daerah segera memberikan kepastian anggaran dan jadwal pelaksanaan perbaikan Jalan Kalijaga Timur, sehingga akses masyarakat dapat kembali nyaman dan aman digunakan.(TT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *