Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR— Pembangunan Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Lombok Timur masih menghadapi persoalan kesiapan lahan. Dari total 254 desa/kelurahan, sebanyak 127 gerai atau sekitar 50 persen belum mulai dibangun.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dalam Rapat Koordinasi Penyiapan Lahan Pembangunan KDKMP yang digelar di Aula Kodim 1615 Lombok Timur, Senin (7/9/2026).
Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin meminta kepala desa maupun pejabat kepala desa yang belum memiliki lahan agar segera mencari solusi bersama. Menurutnya, pembangunan gerai KDKMP merupakan peluang yang harus dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.
“Ini menjadi PR kita bersama. Sangat penting untuk kita cari solusi untuk kita selesaikan bersama. Saya atas nama Pemerintah Daerah berharap agar semua Desa/Kelurahan di Lombok Timur harus segera memiliki KDKMP,” tegas Haerul Warisin.
Ia menilai keberadaan bangunan KDKMP menjadi aset penting yang dibangun pemerintah untuk kemaslahatan masyarakat. Karena itu, pemerintah desa diminta tidak membiarkan persoalan lahan menjadi hambatan berkepanjangan.
“Kapan lagi kita akan memiliki bangunan sebesar itu yang dibangunkan oleh Pemerintah dengan dana Rp1 miliar. Maka harus kita manfaatkan,” ujarnya.
Bupati menjelaskan terdapat sejumlah opsi yang dapat ditempuh untuk mempercepat pembangunan gerai KDKMP. Di antaranya memanfaatkan tanah pecatu, melakukan tukar guling tanah pecatu apabila lokasinya tidak strategis, menggunakan lahan milik Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, serta memanfaatkan lahan milik Pemerintah Provinsi.
Ia juga meminta kepala desa mulai berkomunikasi dengan masyarakat apabila lahan yang tersedia tidak berada di lokasi strategis.
“Kepada Kepala Desa/Pj. Kepala Desa, coba mulai komunikasi dengan masyarakat setempat. Jika lahannya tidak di pinggir jalan agar bisa tukar guling. Cari jalan keluarnya,” katanya.
Menurut Bupati, percepatan pembangunan diperlukan agar tidak terjadi kesenjangan fasilitas antara desa yang sudah memiliki gerai KDKMP dengan desa yang pembangunannya belum dimulai.
Sementara itu, Komandan Kodim 1615 Lombok Timur Letkol Inf. Hadiyansyah menjelaskan keterlambatan pembangunan KDKMP di sejumlah desa/kelurahan bukan disebabkan proyek mangkrak, melainkan karena pembangunan terlambat dimulai.
Berdasarkan data yang dipaparkan, dari 254 titik KDKMP, sebanyak 26 gerai telah mencapai progres 100 persen. Sementara itu, 15 titik berada pada progres 91–99 persen, 20 titik mencapai 81–90 persen, dan 68 titik masih berada pada progres 71 persen ke bawah.
Adapun 127 gerai yang belum dibangun tersebar di sejumlah kecamatan. Kecamatan Sakra Barat menjadi wilayah dengan jumlah titik yang belum terbangun terbanyak, yakni 20 desa.
Hadiyansyah juga menyampaikan bahwa pembangunan KDKMP dilengkapi berbagai sarana dan prasarana. Untuk unit yang telah mencapai 100 persen, terdapat 17 item sarana prasarana, antara lain truk, mobil pikap, kendaraan roda tiga, pendingin ruangan, rak gerai, mesin kasir beserta aplikasinya, CCTV, modem internet, seragam, genset, brankas, dan kipas.
Namun, distribusi sarana prasarana tersebut masih menunggu pengiriman dari pemerintah pusat dan dilakukan secara bertahap.
“Untuk sarpras ini kami menunggu dari pusat. Tidak semua langsung didistribusikan, akan tetapi secara bergantian, bertahap dikirim dari pusat,” jelasnya.
Dandim menyebut terdapat dua persoalan utama yang sempat menghambat pembangunan KDKMP, yakni adanya klaim kepemilikan lahan oleh ahli waris dan ketidaksetujuan masyarakat terhadap penggunaan lahan.
Untuk persoalan klaim lahan oleh ahli waris, kata dia, proses mediasi telah dilakukan dan permasalahan tersebut berhasil diselesaikan.
Begitu pula dengan persoalan penolakan masyarakat terkait penggunaan lahan yang sebelumnya dimanfaatkan sebagai fasilitas olahraga. Menurut Hadiyansyah, persoalan tersebut juga telah dituntaskan melalui komunikasi dan penyelesaian bersama.
Bupati Lombok Timur turut mengapresiasi peran Kodim 1615 Lombok Timur dalam membantu percepatan pembangunan fisik dan distribusi logistik KDKMP.
“Semangat membangun dari TNI inilah yang sangat kita perlukan,” kata Bupati.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Lombok Timur, jajaran Forkopimda, serta para kepala desa dan lurah se-Kabupaten Lombok Timur.
Dalam forum tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bersama Kodim 1615 membuka ruang diskusi dengan pemerintah desa dan kelurahan untuk mencari solusi atas berbagai persoalan lahan, sehingga pembangunan KDKMP dapat segera dilanjutkan di seluruh wilayah Lombok Timur.(Tt).











