Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR — Keberadaan marbot atau marbut masjid dinilai memiliki peran penting dalam menjaga dan menghidupkan aktivitas masjid di Kabupaten Lombok Timur.
Hal tersebut disampaikan Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Syamsul Falah, Bagik Nyaka, Kecamatan Aikmel, Kamis (10/9).
Bupati mengatakan, dengan jumlah masjid yang mencapai 1.435 unit, perhatian terhadap orang-orang yang mengabdikan diri di masjid, termasuk marbot, menjadi hal yang penting. Marbot tidak hanya bertugas membersihkan dan merawat masjid, tetapi juga membantu menghidupkan kegiatan masjid serta mengingatkan masyarakat ketika memasuki waktu salat.
Menurut Haerul Warisin, peran tersebut sering kali dilakukan secara konsisten tanpa memperoleh jaminan masa pensiun sebagaimana pekerjaan formal lainnya. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur memberikan perhatian terhadap keberadaan dan perlindungan para marbot.
Salah satu bentuk perhatian tersebut dilakukan dengan mendaftarkan sekitar 4.000 marbot dan guru ngaji sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Program itu diharapkan memberikan perlindungan dan manfaat bagi para marbot maupun keluarganya.
“Keberadaan marbot sangat penting karena mereka yang menjaga, membersihkan, merawat, dan menghidupkan masjid,” ujar Bupati.
Haerul Warisin juga mengapresiasi antusiasme masyarakat Bagik Nyaka dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, tradisi yang menyertai peringatan Maulid merupakan bagian dari kekayaan budaya masyarakat yang perlu dipertahankan.
Peringatan Maulid di Bagik Nyaka memiliki kekhasan tersendiri. Selain menyajikan makanan yang ditata dalam dulang, masyarakat setempat juga menghadirkan bunga artifisial hasil kreasi masing-masing rumah tangga.
Bunga-bunga tersebut antara lain dibuat dengan memanfaatkan kantong plastik dan styrofoam bekas pembungkus buah. Kreasi tersebut tidak hanya menjadi bagian dari tradisi masyarakat dalam memeriahkan Maulid, tetapi juga dinilai dapat menjadi salah satu upaya memanfaatkan kembali material yang berpotensi menjadi sampah.
Bupati menilai tradisi dan kreativitas masyarakat tersebut perlu dijaga sebagai bagian dari kekayaan budaya Lombok Timur, sejalan dengan perhatian pemerintah daerah terhadap penguatan aspek religius dan budaya masyarakat dalam RPJMD Kabupaten Lombok Timur 2025–2029.(Tt).











