TAKALAR

PMII Membumi, PKC PMII Sulsel dan PC PMII Takalar Tanam Pohon di Dua Pesantren

4
×

PMII Membumi, PKC PMII Sulsel dan PC PMII Takalar Tanam Pohon di Dua Pesantren

Sebarkan artikel ini
Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Sulawesi Selatan bersama Pengurus Cabang (PC) PMII Kabupaten Takalar menggelar gerakan penghijauan dengan menanam pohon di dua lingkungan pesantren. (Dok. Ist)

TAKALAR, Topikterkini.com — Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Sulawesi Selatan bersama Pengurus Cabang (PC) PMII Kabupaten Takalar menggelar gerakan penghijauan bertajuk PMII Membumi dengan menanam pohon di dua lingkungan pesantren di Kabupaten Takalar, Selasa (13/10/2026).

Kegiatan tersebut dipusatkan di Pesantren Mizanul Ulum Sanrobone dan MTs Pesantren Al Qamar. Aksi ini menjadi langkah nyata PMII dalam mendorong kepedulian terhadap lingkungan sekaligus menanamkan kesadaran ekologis di kalangan generasi muda.

Ketua PC PMII Kabupaten Takalar, Riswan, mengatakan gerakan PMII Membumi merupakan bentuk kepedulian kader terhadap persoalan lingkungan yang membutuhkan perhatian dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Melalui penanaman pohon, PMII berupaya menghadirkan gerakan pelestarian lingkungan yang tidak hanya berorientasi pada aksi simbolis, tetapi juga pada pembentukan kesadaran dan tanggung jawab bersama terhadap alam,” jelas Riswan.

Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran ekologis. Selain menjadi pusat pendidikan keagamaan, pesantren juga menjadi ruang pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kepedulian sosial bagi para santri.

Riswan menegaskan, upaya menjaga kelestarian lingkungan di Sulawesi Selatan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara organisasi kepemudaan, lembaga pendidikan, pesantren, pemerintah, dan masyarakat.

“PMII memandang bahwa menjaga ekologi Sulawesi Selatan membutuhkan kerja bersama dan kesadaran yang dibangun sejak dini. Pesantren dan santri dapat mengambil peran penting dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju kehidupan yang lebih peduli terhadap kelestarian alam,” tambahnya.

Ia berharap keterlibatan santri dalam kegiatan penghijauan dapat menjadi awal tumbuhnya kebiasaan menjaga lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Penanaman pohon diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dilanjutkan dengan pemeliharaan agar memberikan manfaat jangka panjang.

Lebih jauh, Riswan menyebut gerakan PMII Membumi juga menjadi upaya menghubungkan nilai-nilai keislaman dengan tanggung jawab ekologis. Menurutnya, menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi.

Melalui gerakan tersebut, PKC PMII Sulsel dan PC PMII Takalar ingin memperluas kontribusi mahasiswa dalam menjawab tantangan kerusakan lingkungan dan perubahan iklim. Gerakan mahasiswa, kata dia, harus hadir melalui aksi nyata yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Gerakan PMII Membumi diharapkan menjadi pemantik lahirnya budaya cinta lingkungan di lingkungan pesantren dan masyarakat sekitar. Dengan keterlibatan santri sejak dini, PMII optimistis kesadaran menjaga alam dapat tumbuh menjadi gerakan berkelanjutan demi keberlangsungan hidup generasi mendatang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *