BeritaDAERAHEKONOMINTB

PDAM Lotim Siap Kelola SPAM Pantai Selatan, Menunggu Hibah dari Pemda untuk Atasi Kekeringan

28
×

PDAM Lotim Siap Kelola SPAM Pantai Selatan, Menunggu Hibah dari Pemda untuk Atasi Kekeringan

Sebarkan artikel ini

TOPIKTERKINI.Com LOMBOK TIMUR – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lotim menyatakan kesiapan untuk mengelola Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di kawasan Pantai Selatan, khususnya untuk mengatasi kekeringan yang kerap melanda wilayah Jerowaru dan Keruak.

PDAM menunggu hibah dari Pemerintah Daerah Lombok Timur (Pemda Lotim) untuk memulai pengelolaan tersebut.

Menurut Direktur Teknik PDAM Lotim, Lalu Sriaydi, S.T., SPAM Pantai Selatan direncanakan mampu mengolah air sebanyak 150 liter per detik, yang nantinya akan melayani sekitar 15.000 sambungan rumah (SR) di wilayah selatan.

Hal ini diharapkan dapat membantu mengatasi masalah kekeringan yang selama ini dihadapi masyarakat setempat.

“Hajatan pusat ini memiliki program SPAM untuk pengolahan air sebanyak 150 liter per detik, yang akan dipakai oleh masyarakat selatan sekitar 15.000 SR,” ujar Sriaydi 18/12/2024.

Meski begitu, Sriaydi menambahkan bahwa debit air yang ada saat ini masih sangat terbatas, yakni sekitar 50 liter per detik untuk 50.000 pelanggan. Kondisi ini dinilai masih kurang untuk memenuhi kebutuhan air di wilayah tersebut.

“Untuk pengelolaan SPAM ini, selama satu tahun terakhir masih ditangani oleh PUPR Lotim. PDAM masih menunggu penyerahan hibah dari Pemda Lotim, karena kami lebih memahami secara teknis bagaimana cara pengelolaan air dengan baik,” jelas Sriaydi.

PDAM juga menyoroti pentingnya pengelolaan yang efektif, termasuk dalam hal perawatan dan pemeliharaan SPAM Pantai Selatan.

Salah satunya, PDAM Lotim telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 600 juta per tahun untuk pengelolaan Instalasi Pengolahan Air (IPA) di wilayah Keruak dan Jerowaru.

“Pengelolaan air di wilayah Keruak dan Jerowaru membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Jika SPAM Pantai Selatan ini berjalan, kami akan memberikan subsidi silang untuk pelanggan di wilayah tersebut,” imbuhnya.

Sriaydi juga berharap jika PDAM diberi kesempatan untuk mengelola IPA di wilayah Kotaraja, di mana PDAM Lotim dapat lebih fokus pada pengelolaan air secara teknis.

“Program SPAM Pantai Selatan juga akan mencakup pemasangan SR untuk beberapa ribu pelanggan baru. Tentunya, debit air tetap menjadi faktor yang akan mempengaruhi ketersediaan air di wilayah selatan. Kami berharap PUPR dan PDAM dapat bekerja sama dalam mengelola air ini dengan baik,” pungkasnya.

Dengan adanya hibah dan pengelolaan yang tepat, PDAM berharap dapat memberikan solusi bagi masalah kekeringan yang selama ini melanda kawasan Pantai Selatan Lombok Timur.(TT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *