BUOLSULTENG

Bupati Buol: Intoleransi Tak Punya Ruang di Daerah

5
×

Bupati Buol: Intoleransi Tak Punya Ruang di Daerah

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.com.|Buol – Pemerintah Kabupaten Buol menegaskan komitmennya dalam pembinaan generasi muda melalui kegiatan keagamaan dengan menghadiri sekaligus membuka secara resmi Selebrasi Paskah dan Bible Camp Pemuda/Remaja Sinode GPIBT Tahun 2026, di GPIBT Jemaat Nekmese Duamayo, Desa Duamayo, Kecamatan Bokat, Jumat (1/5).

Mengangkat tema “From Calvary to The New Life”, kegiatan ini diikuti sekitar 400 peserta pemuda dan remaja yang berasal dari berbagai wilayah pelayanan di Kabupaten Buol dan Kabupaten Tolitoli. Kegiatan berlangsung selama dua hari hingga 2 Mei 2026.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Buol Risharyudi Triwibowo, MM, Ketua Sinode GPIBT Pdt. Sarlota Sambouw, S.Th, Kepala Dinas PMD Kabupaten Buol Arfandi Wehantow, unsur DPRD Kabupaten Buol, Kapolsek Bokat Iptu Meydi Taroreh, Kepala Pelaksana BPBD Buol Muh. Kachfi, jajaran pemerintah desa, tokoh gereja, para pendeta, serta tamu undangan lainnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan Bupati beserta rombongan melalui tarian adat Tari Gong dan prosesi pengalungan kain tenun sebagai bentuk penghormatan. Acara kemudian dilanjutkan dengan parade peserta dan ibadah pembukaan.

Ketua Panitia Pelaksana, Arta Umar, S.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mempererat persekutuan, membangun kebersamaan, serta membentuk karakter pemuda dan remaja yang berlandaskan nilai-nilai iman.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana bagi generasi muda untuk mengalami pembaharuan hidup, memperkuat iman, serta menjadi terang dan garam di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pelayanan Kategorial Pemuda Remaja Sinode GPIBT, Pnt. Florendo Pandengsolang, S.Pd.K., M.Pd, menilai kegiatan ini penting sebagai ruang refleksi spiritual sekaligus memperkuat kebersamaan di tengah tantangan zaman.

“Kegiatan ini mengajak kita untuk melepaskan diri dari kesibukan duniawi, memperdalam iman, serta membangun persekutuan yang lebih erat dengan Tuhan dan sesama,” ungkapnya.

Ketua Sinode GPIBT, Pdt. Ch. A. J. Kaparang-Sambouw, S.Th, dalam sambutannya mengajak generasi muda untuk tetap teguh memegang nilai-nilai iman di tengah arus digitalisasi dan perubahan zaman yang semakin cepat.

“Generasi muda harus menjadi agen perubahan yang membawa damai, kasih, dan pengharapan. Ke depan, tanggung jawab pelayanan gereja akan berada di tangan mereka,” tegasnya.

Ia juga berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan terhadap potensi ekonomi kreatif jemaat, seperti kerajinan tenun, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Buol Risharyudi Triwibowo menegaskan bahwa kegiatan keagamaan memiliki peran strategis dalam menciptakan masyarakat yang harmonis, rukun, dan toleran.

Bupati juga mengingatkan pentingnya peran generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan dengan meningkatkan kualitas pendidikan, menjauhi narkoba, menjaga moralitas, serta memperkuat persatuan.

Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Buol berkomitmen untuk terus menjaga toleransi antarumat beragama sebagai bagian dari visi daerah yang agamis dan harmonis.

“Tidak ada ruang bagi intoleransi di Kabupaten Buol. Semua umat beragama harus hidup berdampingan dengan damai dan saling menghormati,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan, Bupati Buol turut menyerahkan bantuan sebesar Rp20 juta guna mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Kegiatan pembukaan ditutup dengan sesi foto bersama dan berlangsung tertib, aman, serta penuh sukacita. Selama dua hari pelaksanaan, para peserta akan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan rohani serta pembinaan karakter.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah yang berkelanjutan dan harmonis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *