Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR— Sebuah foto yang beredar di tengah masyarakat memperlihatkan seorang perempuan yang disebut sebagai anggota DPRD Kabupaten Lombok Timur, Yeyen, tengah bersantai bersama sejumlah kerabat dan teman di sebuah kawasan wisata pantai.
Dalam foto tersebut terlihat beberapa orang duduk di sekitar meja yang di atasnya terdapat sejumlah makanan dan minuman. Di sekitar meja juga tampak botol minuman yang disebut-sebut sebagai minuman beralkohol merek Bintang.
Foto tersebut kemudian menjadi perhatian dan memunculkan berbagai tanggapan di masyarakat. Untuk menghindari kesimpangsiuran informasi, Yeyen memberikan klarifikasi terkait foto tersebut.
Yeyen membenarkan bahwa dirinya memang berada dalam foto tersebut bersama adiknya dan sejumlah teman. Ia juga menjelaskan bahwa foto itu diambil di kawasan Pantai Kuta, Lombok Tengah, saat dirinya sedang menikmati waktu libur.
“Memang benar saya ada di situ, ada adik saya juga dan teman-teman,” ujar Yeyen, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, keberadaan botol minuman beralkohol di sekitar meja bukan berarti minuman tersebut dikonsumsi oleh dirinya maupun teman-temannya.
Ia menjelaskan, saat berada di lokasi, dirinya bersama teman-teman memesan makanan dan pizza. Karena lokasi tersebut merupakan kawasan wisata, terdapat pula berbagai jenis minuman yang tersedia di sekitar meja.
“Bir itu sangat jelas di video yang beredar. Tidak pernah diminum dan tidak ada yang menuangkan ke dalam gelas. Teman-teman saya juga tidak ada yang bisa minum,” jelasnya.
Yeyen menambahkan, karena tidak ada yang mengonsumsi minuman tersebut, pihaknya meminta agar botol minuman itu dipindahkan dari meja yang mereka gunakan.
“Kami minta meja satu untuk memindahkan minuman tersebut karena tidak ada yang bisa minum,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut dilakukan pada waktu libur dan tidak berkaitan dengan aktivitas kedinasan sebagai anggota DPRD.
“Saya pergi bersama teman-teman pada hari libur, bukan hari dan jam kantor,” tegasnya.
Yeyen berharap masyarakat dapat menyikapi informasi yang beredar secara bijak dan tidak langsung mengambil kesimpulan hanya berdasarkan foto atau potongan video yang beredar di media sosial.
Ia juga meminta agar setiap informasi yang berpotensi menimbulkan persepsi berbeda terlebih dahulu dikonfirmasi kepada pihak yang bersangkutan.
“Saya berharap kalau ada narasi atau berita yang beredar bisa dikonfirmasi terlebih dahulu. Saya juga berharap masyarakat tidak cepat terprovokasi jika ada isu yang belum bisa dipastikan kebenarannya,” pungkasnya.(Tt).











