TAKALAR

Cikoang Dibidik Jadi Pusat Maritim Terintegrasi, Daeng Manye Gandeng Unhas Buka Peluang Ekonomi Baru

8
×

Cikoang Dibidik Jadi Pusat Maritim Terintegrasi, Daeng Manye Gandeng Unhas Buka Peluang Ekonomi Baru

Sebarkan artikel ini
Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, menyambut penjajakan Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk mengembangkan kawasan industri di Cikoang. (Dok. Ist)

TAKALAR, Topikterkini.com – Potensi pesisir Cikoang, Kabupaten Takalar, mulai dilirik sebagai kawasan strategis pengembangan maritim terintegrasi. Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, menyambut penjajakan Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk mengembangkan kawasan tersebut sebagai pusat industri perkapalan, pendidikan, penelitian, dan penguatan ekonomi masyarakat.

Penjajakan tersebut ditandai dengan kunjungan Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., bersama jajaran sivitas akademika ke Cikoang, Minggu (27/9/2026). Dalam kunjungan itu, Bupati Daeng Manye turut mendampingi rombongan untuk melihat potensi kawasan yang dinilai memiliki peluang pengembangan sektor kemaritiman.

Rencana ini membuka kemungkinan bagi Takalar untuk memperluas basis ekonominya. Jika selama ini wilayah pesisir identik dengan aktivitas perikanan, ke depan Cikoang berpeluang dikembangkan menjadi kawasan yang mengintegrasikan industri perkapalan, inovasi teknologi, pendidikan tinggi, dan berbagai usaha produktif masyarakat.

Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, menjelaskan bahwa konsep pengembangan kawasan tidak hanya berorientasi pada pembangunan galangan kapal modern. Pengembangan teknologi kapal berbahan fiber juga menjadi salah satu peluang yang dapat dikaji untuk memperkuat industri maritim sekaligus mendukung kebutuhan masyarakat pesisir.

“Di sini bukan hanya kita membangun galangan kapal yang modern, tetapi juga memperkuat pengembangan kapal-kapal fiber. Ini akan diintegrasikan dengan berbagai bidang keilmuan, termasuk pengembangan tambak, pengolahan garam, pertanian, dan peternakan,” ujar Jamaluddin.

Bagi Pemerintah Kabupaten Takalar, penjajakan bersama Unhas menjadi kesempatan untuk mengoptimalkan potensi lokal melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi dan mitra strategis. Pemerintah daerah diharapkan dapat mengambil peran dalam membuka ruang koordinasi, menyiapkan dukungan sesuai kewenangan, serta mendorong agar rencana pengembangan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kerja sama ini akan kita dorong bersama. Pemerintah Kabupaten Takalar memiliki komitmen untuk mendukung penuh rencana pengembangan ini,” kata Bupati Daeng Manye.

Apabila nantinya dinilai layak dan dapat direalisasikan, pengembangan Cikoang berpotensi menciptakan peluang kerja baru, meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal, serta mendorong tumbuhnya usaha pendukung industri kemaritiman. Integrasi dengan sektor tambak, pengolahan garam, pertanian, dan peternakan juga berpeluang memperluas sumber pendapatan masyarakat.

Meski demikian, rencana menjadikan Cikoang sebagai pusat maritim terintegrasi masih berada pada tahap penjajakan. Kajian teknis, pemetaan potensi kawasan, kebutuhan infrastruktur, serta model kerja sama perlu dipersiapkan sebelum proyek memasuki tahap pelaksanaan.

Penjajakan tersebut menjadi langkah awal bagi Takalar untuk mendorong pembangunan pesisir berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Kolaborasi Pemkab Takalar dan Unhas diharapkan tidak berhenti pada gagasan, tetapi dapat berkembang menjadi program yang terukur, berkelanjutan, dan mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah serta kesejahteraan masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *