Kasman, S.Pd dalam Renungan.!!! Rakyat Petani, Sahabat Buruh dan Sahabat Penci Kemanusiaan

oleh -

“Merefleksi hidup masa berlaku, dipaksa menjadi Parlemen jalanan entah kaum buruh, petani dan masyarakat umum terkadang kutak tau siapa obyek yg kuwakili,,,,,Derita adalah kebahagiaan rakyat “Fakta dan Data”

TOPIkterkini.com, Kendari Sultra — Kami bernyanyi kesemangatan dibawah terik mentari yang mengupas Kulit, kami bukan pemberontak, bukan pula budak-budak yang Suka mengumpat. Kami datang turun kejalan menuntut Keadilan. Kami adalah jelata yang selalu dalam ketimpangan. Kami adalah sosok penuh kerelaan namun kenapa kerelaan kami dipermainkan.

Wahai…..Kapitalis…Tunjukkan Hidungmu dan jangan pura-pura menangis…Kami bukan segerombolan preman yang sadis. Bukan sekelompok pembunuh anarkis…Kami datang hanya sosok manusia…Kami orang lapar yang punya rasa. Bukan si kenyang yang pandai berkata kaum buruh adalah sosok yang penuh derita…

“Monopoli kebusukan kalian telah membuat kami sakit, kerusakan mental serta moral yang kalian lakoni membuat kami menjadi berani mati. Buruh tak undur diri…Buruh tak pantang mati…Buruh selalu berani…Buruh tak ingin disakiti apalagi dibohongi,”

Wahai kapitalis, langkah demi langkah, kami pastikan akan masuk pada jantung kalian. Jantung kekejaman akan kejahatan ekonomi… Kejahatan yang tak bermoral pembunuh masal.

Maka Buruh datang penuh mental….Hidup adalah pilihan…Buruh mengerti akan pilihan..Buruh juga mengerti akan kebohonan yang kalian lakukan…Kalian yang Sok paham Aturan…Sok menjalankan Kebijakan…Sok tahu akan kenyataan… Tahukah darah merah ini telah terbakar feodalismemu…Tahukah antara kepastian ada keraguan.

“Kami datang tidaklah dalam keraguan akan tetapi karena harapan dan kebenaran…Wahai Pemangku Kebijakan. Sudah bijakkah kalian dalam berjalan…Makan minum kalian adalah keringat kami yang kalian kuras yang kalian rampas…yang kalian tebas..yang kalian Kupas…yang kalian Peras, dimana rasa sosial kalian untuk mengerti”

Kapan kalian merasa bosan akan kehingaran diatas derita. Untuk keadilan buruh tak mundur demi kesenjangan…Wahai Para penganut…Kekirian…kini ancaman datang didepan mata, ancaman yang ramah penuh suara ini. Sorak ini adalah bentuk dari keringat yang menetes setiap hari yang kalian jilat habis.

“Dunia akan menjadi saksi…tanah yang kami injak ini, meski panas mengengat kami akan berteriak…Buruh…Buruh…Buruh…Hidup dalam nista..hidup dalam Nestapa…dan sekarang turun kejalan untuk kedamaian dan keadilan”

Laporan Darman

Loading...