Panglima TNI Pimpin Apel Gelar Kesiapsiagaan PPRC

oleh -
Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P saat memberikan pengarahan dihadapan ribuan prajuritnya.

Laporan Jurnalis Sultra: Anton

TOPIKterkini.com, MALANG – Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P memimpin langsung apel gelar kesiapsiagaan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI yang dilaksanakan di Taxy Way, Skuadron Udara 32, Pangkalan Udara (Lanud) Abdul Rachman Saleh, Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat (03/05/2019).

Apel gelar kesiapsiagaan tersebut diikuti oleh kurang lebih 5.025 Prajurit. Kegiatan juga diisi dengan pagelaran material tempur dari tiga matra yakni darat, laut dan udara yang berupa 2 unit Rheinmetal, 9 unit Mistral, 2 unit Radar MCV, 4 unit Tank Leopard, 10 unit Meriam Astros, 6 unit Pesawat Super Tucano, 6 unit Pesawat Hercules (C-130), 2 unit Pesawat Cassa dan 4 unit Pesawat Sukhoi.

Dihimpun dari sumber terpercaya, dalam mengemban tugasnya, Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI harus memegang prinsip ‘Cepat’ dalam manuver, ‘Tepat’ menghitung kemampuan dan batas kemampuan untuk mencapai sasaran, serta “Singkat” dalam deploitasi kekuatan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakasau, Asops Panglima TNI, Pangkoarmada II, Pangdam V/Brawijaya, Danpasmar II, Kasgartap III Surabaya, Danlanud Abdul Saleh, Pangdivif 2 Kostrad, Pangkoops AU II, Dan Guspurla maupun para Komandan Satuan dari matra darat, laut dan udara.

Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P terang-terangan mengungkapkan rasa hormat dan bangganya, karena bisa memantau langsung Prajurit yang tergabung dalam PPRC TNI.

“Saya berterima kasih atas semangat, loyalitas, dedikasi, dan pengabdian terbaik yang telah kalian tunjukkan selama ini dalam tugas-tugas negara, yang dilandasi nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit serta 8 wajib TNI”, ungkapnya.

Sebagai satuan Reaksi Cepat, maka satuan PPRC dituntut untuk mampu melaksanakan reaksi cepat terhadap berbagai ancaman nyata, dalam rangka menindak awal dan menghancurkan kekuatan musuh yang mengancam NKRI.

“Satuan kita harus selalu memegang prinsip-prinsip kecepatan dalam bermanuver, kecepatan menghitung kemampuan serta, sigap dan cepat dalam melakukan eksploitasi kekuatan”, kata Hadi.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) ini menambahkan, dengan mencermati lingkungan strategis kedepan, maka PPRC TNI dituntut untuk senantiasa meningkatkan kemampuan dan kemahiran bertempur dalam menjalankan berbagai misi, baik konteks operasi militer untuk perang maupun operasi militer selain perang.

“Saya perintahkan, Prajurit sekalian harus menyesuaikan dengan doktrin pertempuran dan kemampuan tempur berbagai teknologi, serta cara bertempur menghancurkan musuh,” tambahnya.

Paska pelaksanaan apel gelar kesiapsiagaan, Panglima TNI beserta rombongan mengecek kesiapan prajurit secara langsung serta kesiapan Alutsista, yang dimiliki oleh matra darat, laut dan udara.

Publisher: Darman

Loading...