oleh

Bupati Sekadau: Pekan Gawai Dayak Ke X Resmi dibuka

TOPIKterkini.com, Sekadau Pekan Gawai Dayak kabupaten Sekadau yang ke X telah dibuka oleh bupati Sekadau Rupinus Senin (29/7) di Betang Youth Center. Pekan Gawai Dayak kali ini mengambil tema,”Dengan Gawai Dayak kita Pererat Persatuan dan kesatuan antar sesama.

Dalam arahanya saat pembukaan bupati Sekadau mengakui, bahwa gawai dayak kali ini memang agak molor dari tahun-tahun sebelumnya. Karna ada kegiatan Napak Tilas ke Tumbang Anoi beberapa hari lalu lagi pula bulan Juni dikampung masih ada yang gawai.

“Biasanya PGD kabupaten Sekadau memang bulan Juni akhir. Tapi, memang tahun ini agak molor. sebab, bulan Juni masih ada kampung yang masih melaksanakan Gawai,karna, gawai Dayak Kabupaten menungu semua kegiatan gawai selesai,” katanya

Ia juga sependapat dengan ide ketua DAD provinsi kalbar, agar gawai dayak disetiap kabupaten terjadwal secara permanen. Artinya,setiap tahun tangalnya memang sudah ditentukan.

Sementara itu, ketus DAD provinsi Jakius Sinyor dalam aranhanya mengatakan, kalau gawai dayak seharusnya dilaksanakan sehabis panen padi yakni bulan April sampai bulan Mei. Karena, menurut Jakius inti dari pelaksanaan gawai adalah wujud rasa syukur sehabis panen padi.

“Seharusnya acara gawai sebaiknya dilaksanakan pada bulan April dan Mei,karna pada bulan tersebut masyarakat Dayak selesai melakukan panen. Sebab, salah satu makna dari gawai Dayak adalah sebagai bentuk ucapan syukur selesai panen padi,”kata Jakius.

Sementara itu, sekretaris Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Yokubus Kumis dalam sambutanya mengatakan,bahwa warga harus mampu bersaing dengan suku-suku lain.
Namun, bersaing sehat dalam artian warga Dayak harus mampu menempatkan diri sebagai garda terdepan untuk menghadapi tantangan kedepan.

“Kita harus, bisa menguasai teknologi yang supercangih saat ini, teruslah belajar tuntut ilmu setingi-tinginya,”ingatnya.

Sementara itu ketua panitia gawai Dayak Sekadau yang ke X Yohanes Anes dalam sambutanya mengatakan, bahwa gawai Dayak meskipun ada pertandingan, bukan ajang untuk mencari musuh, Tetapi manfaatkan makna gawai sebagai tempat untuk menpererat persatuan dan kebersama antar sesama.

“Jangan ada iri hati kepada sesama bertandinglah dengan penuh semangat,” ingatnya.

Hal yang sama juga di sampaikan ketua DAD yang di wakili oleh Sekretaris Isbianto,dalam sambutanya ia mengungkapkan, bahwa untuk kabupaten Sekadau sudah ada dua tarian yang akan dipatenkan sebagai karya intelektual.

“Ada dua tarian yang akan kita patenkan sebagai karya intelek kabupaten Sekadau yakni Tarian Lesung dan tari Pingan,”ungkapnya

Sementara itu Gubernur kalbar dalam yang diwakili oleh staf ahli dalam sambutanya mengatakan, bahwa gawai Dayak hendaknya di jadikan tempat untuk menperat kebersamaan antar sesama warga di Sekadau.

“Jadikan gawai dayak sebagai tempat untuk menambha kasanah budaya di kabupaten Sekadau,”katanya.

Hadir dalam acara tersebut, Pangdam XII Tanjung pura m
Mayjen Herman Asribab,gubernur kalbar yang di wakili oleh Staf ahli Hermanus, bupati Sekadau Rupinus, wakil bupati Aloysius, Uskup Sangau Yulius Mancucini, sekjen MADN Yokubus Kumis, ketua DAD kalbar Jakius Sinyor, ketua DAD sekadau, wakil bupati Landak Heryadi, tampak hadir waka Polre Sekadau, serta para Tomas, Todat dan seluruh undanhan dan kontingen dari tujuh kecamatan.

Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed