Diadopsi Dari BSB 113, Dinkes Kota Bogor Belajar Layanan PSC 119 di Butta Toa

oleh -

Bantaeng–TOPIKterkini.com–Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Bogor Provinsi Jawa Barat diterima Bupati Kabupaten Bantaeng Ilham Azikin di Rumah jabatan, Jalan Gagak Kelurahan Pallantikang Kamis, 12/8/2019.

Rombongan Dinkes Kota Bogor yang dipimpin Sri Pinantari Hanum selaku Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) pada Dinas Kesehatan Kota Bogor.

Sri Pinantari menerangkan maksud kedatangannya di Kabupaten yang berjuluk Butta Toa ini dalam rangka mempelajari seperti apa dan bagaimana Pemkab Bantaeng memberi layanan kesehatan kepada masyarakat yang menjadikan daerah ini dikenal hingga tingkat nasional dan sejumlah negara tetangga, terangnya.

“Kita datang untuk belajar mekanisme layanan kesehatan di Kabupaten Bantaeng. Kami tahu ada layanan gratis yang diterapkan untuk memenuhi layanan dasar yang menjadi kebutuhan masyarakat akan kesehatan”, tuturnya.

Bupati Bantaeng kemudian merespon baik maksud kedatangan rombongan tersebut. Dijelaskan bahwa Bantaeng memiliki Public Safety Center (PSC) 119, dimana layanan kesehatan itu mengedepankan sistem jemput bola.

Masyarakat yang membutuhkan layanan tersebut cukup menelepon melalui Call Center 119 atau 0413-21408 dan juga 085 398 972 949. Selanjutnya tim PSC 119 mendatangi rumah warga, lengkap dengan dokter, perawat serta kendaraan operasional berteknologi moderen bersama driver (sopir) yang juga telah dilengkapi pengetahuan dasar penyelamatan/evakuasi.

“Alhamdulillah PSC 119 yang kami miliki mampu memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat. Bukannya menunggu pasien datang, PSC 119 mendatangi warga masyarakat ke kediamannya”, ungkapnya.

Menyikapi hal itu, rombongan diantar meninjau langsung salah satu dari lima station yang ada saat ini. Adalah Posko Induk PSC 119 yang berlokasi di Jalan Pahlawan, Kelurahan Bonto Sunggu, Kecamatan Bissappu.

Ditempat itu, rombongan mendengarkan pemaparan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng, Andi Ihsan. Kurang lebih 2 jam materi disampaikan, Ihsan dr Ihsan juga menjelaskan bagaimana proses awal PSC terbentuk dengan segala suka dan duka yang dialami.

“Kehebatan PSC 119 saat ini tentu berangkat dari sebuah perjalanan panjang. Kita pahami bahwa sebuah inovasi lahir dan sukses diterapkan karena mampu melewati banyaknya resistensi baik dari dalam maupun luar”, ungkapnya.

Hal itu menurut Dokter kelahiran 1979 itu seyogyanya menjadi motivasi bagi daerah lain yang juga ingin melahirkan inovasi seperti PSC 119 milik Bantaeng. Diketahui PSC 119 Kabupaten Bantaeng telah menjadi instruksi nasional melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk bisa didirikan di seluruh Kabupaten/Kota dan Provinsi di Indonesia.

“Inovasi ini berawal di tahun 2009 dengan nama Emergency Center. Lanjut berganti nama menjadi Brigade Siaga Bencana (BSB) 113 dan di tahun 2016 diadopsi Kemenkes RI menjadi PSC 119 untuk diterapkan di seluruh Indonesia”, terangnya.

Paling penting dari PSC 119 kata dia, bagaimana komitmen dan integritas seluruh jajaran didalamnya bisa bekerja ikhlas memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat, tambahnya

Kisah menarik digambarkan Ihsan, tatkala petugas di PSC 119 berangkat dengan tanpa insentif sepeser pun di awal berdirinya. Kerja-kerja itu berbuah hasil menyenangkan sekarang.

“Kalau sekarang, kita sudah punya 5 station untuk memperpendek respon time. Belum lagi insentif sudah jauh dari cukup ditambah fasilitas memadai baik kendaraan emergency maupun prasarana lainnya”, tutup Ihsan.

Selain itu, untuk layanan kesehatan di Kabupaten Bantaeng didukung dengan Rumah Sakit tipe C bernama RSUD Prof Dr HM Anwar Makkatutu. Rumah sakit ini berlantai 8, dimana seluruh kelas dilengkapi dengan fasilitas sama termasuk ketersediaan AC (Air Conditioner) bagi pasien. (Ar)
Laporan : AM Dg Nappa

Loading...