oleh

Lebih dari 27.000 Babi Mati Akibat Kolera di Sumatera Utara

TOPIKTERKINI.COM – MEDAN: Lebih dari 27.000 babi telah mati dalam epidemi babi-kolera yang telah melanda, dengan ribuan lainnya masih berisiko, kata seorang pejabat kesejahteraan hewan.

Ribuan babi telah mati di lebih dari selusin kabupaten di seluruh Sumatera Utara selama tiga bulan terakhir, dan laju kematian meningkat, kata pihak berwenang.

“Setiap hari, antara 1.000 dan 2.000 babi mati. Angka ini cukup tinggi,” kata Agustia, kepala kantor dokter hewan di Medan, pada hari Jumat.

BACA JUGA: Korban tewas Letusan Gunung Merapi naik menjadi 15, Penyelam Selandia Baru terus mencari

Namun, ia menambahkan bahwa jumlah kematian saat ini adalah sebagian kecil dari 1,2 juta babi di Sumatera Utara, bagian dari Indonesia yang mayoritas penduduknya Muslim yang mayoritas beragama Kristen dan di mana daging babi merupakan bagian penting dari tarif lokal.

Bulan lalu, lebih dari 1.000 babi yang dilanda kolera dikuburkan di provinsi itu setelah bangkainya yang membusuk diambil dari saluran air setempat, dan polisi mencari tersangka yang membuangnya.

Sebelumnya, tes laboratorium menemukan bahwa hewan-hewan itu mati karena demam babi, tetapi para pejabat mengatakan mereka juga sedang menguji untuk melihat apakah ada yang terinfeksi demam babi Afrika. Tidak ada yang diyakini berisiko bagi manusia.

BACA JUGA: Dua tewas, 50 rumah tertutup lumpur saat banjir bandang melanda Sigi

Pada tahun 2017, wabah kolera babi di provinsi Nusa Tenggara Timur Indonesia menewaskan lebih dari 10.000 babi, menyebabkan kerugian keuangan yang parah bagi petani lokal. – AFP

Editor: AzQ

Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed