oleh

Tanggap darurat Bencana, Posko siaga bencana terus lakukan koordinasi dengan seluruh perangkat daerah

TOPIKTERKINI.COM – JENEPONTO: Belajar dari banjir bandang yang terjadi dikabupaten jeneponto pada 22 januari 2019 tahun lalu, Pemerintah kabupaten Jeneponto menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi potensi banjir pada musim hujan tahun ini apalagi curah hujan dan disertai angin saat ini begitu intens l terus menerus dalam beberapa hari ini.

Sebagai antisipasi cuaca ektrim dimusim hujan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jeneponto mengeluarkan surat keputusan (SK) siaga darurat bencana banjir dan longsor.

Anwaruddin Munassar, Kepala BPBD Kab. Jeneponto

Hal itu yang disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jeneponto, H Anwaruddin Munassar, di Posko Penanggulangan Bencana di halaman kantor Satpol PP, Jalan Lanto Daeng Pasewang,
Lanjut Anwaruddin Munassar mengatakan, dengan dikeluarkannya SK Bupati Jeneponto, pihak BPBD Jeneponto membentuk Posko terpadu dengan melibatkan beberapa instansi terkait, mengatakan telah menyiapkan langkah antisipasi hujan ekstrem yang masih berpotensi menerjang kabupaten Jeneponto terutama yang kena dampak banjir bandang antara lain di desa sapanang, kelurahan balang, kelurahan balang toa kelurahan pabiringa,

Hasil pantauan camat binamu M.Baharuddin SE yang biasa disapa Kr.Lili mengecek langsung, Pengerukan kali ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir akibat curah hujan tinggi dalam waktu dekat dimuara aliaran sungai bellokallong kelurahan pabiringa agar aliran dari hulu berjalan lancar sehingga air yang akan mengalir sampai kelaut pada minggu 12 januari 2020.

Dalam hal ini Pusat Posko siaga bencana yang terletak dijantung kota jeneponto jalan Lanto daeng pasewang siaga 24 jam dan masyarkat bisa mengetahui informasi terkini melalui call center 0821-9494-9988 dan kami Pemerintah kabupaten jeneponto selaku penanggung jawab akan terus memonitor peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terkait potensi hujan dan meneruskan secara realtime ke aparatur pemerintah di wilayah dan masyarakat melalui media sosial,rumah ibadah/Mesjid dan melalui sarana telepon celular dan informasi yang kami terima dari BMKG kabupaten jeneponto aman.

“Kami juga akan terus berkoordinasi para dengan Camat dan kelurahan/desa agar terus siaga 24 jam penuh untuk mengantisipasi agar masyarakat yang bermukim diwilayahnya merasa tenang dan atas intruksi Bupati jeneponto bapak H.Iksan Iskandar agar seluruh kecamatan serta kelurahan/desa membangun posko siaga tanggap bencana dan terus melakukan monitor serta saling bertukar informasi keseluruh komponen perangkat daerah agar bisa sedini mungkin mengantisipasi banjir yang datang secara tiba-tiba,selain itu, pemerintah akan terus menyosialisasikan kepada masyarakat agar Aman dari bencana dan menyiapkan

BPBD juga telah berkoordinasi dengan Dinas sosial terkait kesiapan dapur umum, perahu karet, logistik dan tenda-tenda pengungsian juga sudah dilakukan,” ujarnya.

Selain itu, Satpol PP dan Dinas Perhubungan juga sudah disiagakan untuk memastikan kesiapan kantong-kantong parkir di lokasi jika ada pengungsian dan pengaturan atau pengalihan arus lalin di sekitar lokasi banjir.

Dinas Lingkungan Hidup pun telah menyiapkan personelnya untuk memastikan pengangkatan sampah-sampah yang ada di bantaran sungai yang dialiri air, Kami juga telah melakukan pemetaan di titik-titik lokasi kecamatan dan ditingkat kelurahan / Desa yang berdampak rawan banjir sekaligus untuk mempersiapkan jalur evakuasi pengungsi jika ada pengungsi yang diakibatkan banjir serta menyiapkan tenda, perahu karet dan buffer stok logistik,” ujarnya.

Menurut penuturan salah satu warga lembangloe Nur Tayyeb yang terkena dampak banjir bandang tahun lalu mengatakan kepada topik terkini.com, saya merasa sangat khawatir dan was-was bila terjadi banjir kembali apalagi kejadian itu mengakibatkan banyaknya harta benda dan nyawa yang jadi korban atas kejadian itu sedangkan tanggul-tanggul penahan aliran air sebantaran sungai yang jebol sampai sekarang belun ada perbaikan dari pemerintah sehingga masyarakat merasa mawas diri ketika curah hujan lebat , harapanku semoga tidak terulang lagi dan saya sangat berterima kasih dengan adanya posko tanggap bencana darurat ini setidaknya, kami masyarakat bisa segera mengantisipasi apabila banjir datang secara tiba-tiba serta merasa aman.ungkapmya.

Saat ini curah hujan dengan intensitas lebat dan sedang masih mengguyur sejumlah wilayah pesisir bagian barat serta wilayah selatan di Provinsi Sulawesi Selatan,” kata Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar Esti Kristanti di Makassar, Ahad (12/1).

Selain itu, BMKG mengeluarkan imbauan siaga banjir dan waspada bencana alam di sejumlah wilayah Sulsel, mengingat dari pantauan pergerakan curah hujan yang hampir merata dengan intensitas lebat hingga 50 milimeter, oleh karena itu, BMKG Wilayah IV Makassar mengeluarkan status siaga waspada di wilayah Provinsi Sulsel berdasarkan analisis peta berbasis dampak,” katanya.

Laporan: Andi Arfan Idjo

Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed