oleh

Dewan Kesenian Bone?

Dewan Kesenian Bone?
Oleh: Haryudi Rahman
Aliansi Seni Budaya Bone

Beberapa bulan terakhir banyak peristiwa-peristiwa kesenian yang terlalui begitu saja tanpa ada respon positif dari Dewan Kesenian Bone (DKB). Sebenarnya apa fungsi DKB hadir di tengah-tengah bangunan Dinas Kebudayaan? Dimana DKB saat seniman terus berproduksi?

Dewan Kesenian dalam KBBI bertugas membina dan mengembangkan kesenian. Ini penting untuk diketahui, karena beberapa rekam jejak kegiatan DKB tidak terarah pada program pengembangan dan pembinaan kesenian dan kebudayaan. DKB perlu merubah praktiknya untuk kemajuan kesenian dan kebudayaan di Kabupaten Bone.

Organisasi kesenian di Kabupaten Bone semakin bertumbuh. Produksi kesenian bertambah tanpa gedung atau tempat berkesenian. Seringkali penyelenggara event mengeluarkan biaya “besar” untuk menyulap sebuah tempat menjadi panggung yang bersifat sementara. Dan DKB terlalu sibuk menjadi EO dalam event pemerintah. Disinilah kesalahan “tafsir” DKB tentang Dewan Kesenian (DK).

Secara fungsional Dewan Kesenian sebagai mitra kerja pemerintah yang merumuskan kebijakan-kebijakan untuk kepentingan kemajuan dan ekosistem seni dan budaya di Kabupaten Bone. Sebagai mitra kerja, posisi Dewan Kesenian Bone menjadi penasehat Bupati kaitannya dengan kebijakan-kebijakan kesenian dan kebudayaan. Dalam praktinya, secara polos DKB pun mengenakan pakaian seragam pemerintah. Ini membuktikan intervensi pemerintah lebih kuat terhadap DKB.

Misi Kabupaten Bone 2018-2023 yang dapat dibaca di website resmi pemerintah bone.go.id, menyebutkan secara eksplisit “peningkatan terhadap seni budaya”. Misi ini sekaligus memperlihatkan bahwa DKB tidak tanggap akan isu-isu tentang seni dan budaya. Jika DKB melakukan rumusan tentang kesenian dan kebudayaan di Kabupaten Bone, maka pemenuhan kebutuhan seniman dan budayawan akan terakomodir dalam misi Kabupaten Bone.

Kesenian dan kebudayaan di Kabupaten Bone sepertinya belum memiliki titik temu untuk keberlanjutan ekosistisemnya. Secara terus-menerus melingkar ibarat spiral yang tidak mampu menemukan titik temu untuk membentuk sebuah siklus. Ironi-nya DKB tidak mampu membaca gejala tersebut, sebagai pembina sebaiknya ada upaya untuk merumuskan dan menciptakan ekosistem kesenian dan kebudayaan yang berkelanjutan.

Maka dari itu, kita membutuhkan kesadaran “persatuan” secara bersama-sama untuk memajukan kesenian dan kebudayaan di Kabupaten Bone. Geliat seniman, komunitas, budayawan, organisasi yang konsen terhadap seni dan budaya sedang bertumbuh di tengah masyarakat. Dan UU Pemajuan Kebudayaan telah mengakomodir kepentingan tersebut. Sinergitas Dewan Kesenian Bone dan seniman/budayawan/komunitas seni budaya menjadi penentu untuk ekosistem kesenian dan kebudayaan. Jembatan penghubung antara pemerintah dan masyarakat seni budaya perlu diperluas, agar dapat saling mengakses.

Sebagai penutup, data sementara kelompok seni yang ada di Kabupaten Bone mencapai 40 dengan berbagai keahlian musik, teater, tari, seni rupa dan film. Data ini merupakan data awal yang dihimpun dari berbagai sumber. Tidak menutup kemungkin data tersebut akan berkembang kedepannya. Dengan data ini, apa langkah-langkah strategis DKB dalam membangun ekosistem kesenian dan kebudayaan yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bone ?

Penulis: Haryudi Rahman

Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed