oleh

Kades Bontomanai Bangkala Diduga Paksakan Warga Sewa Alat Pesta, Kalau Tidak di Denda 1 Juta

TOPIKTERKINI.COM – JENEPONTO: Dengan adanya peraturan desa (PERDES) Yang dibuat oleh kepala Desa bontomanai pada bulan September 2019, jika warga masyarakat desa bontomanai melakukan pesta perkawinan Tanpa menyewa alat satu set penganting milik Bumdes Desa bontomanai, Maka warga denda sebesar Rp.1000.000 (satu juta Rupiah).

Hal tersebut mendapat sorotan Tajam Dari warga masyarakat desa bontomanai kec. Bangkala kab jeneponto karena peraturan desa (PERDES) tersebut sebelum diberlakukan Tidak disosialisasikan kepada warga Desa bontomanai

Husain Leo warga Desa bontomanai ketika ditemui dikediamannya rabu (23/01/2020) mengatakan bahwa, warga desa bontomanai jika hendak melakukan pesta perkawinan Tanpa menyewa alat satu set milik kepala Desa bontomanai, Maka akan didenda sebesar Rp.1000.000 (satu juta rupiah), ungkapnya

Selain itu, satu set alat pesta yang disewakan kepala Desa bontomanai kec. Bangkala kab jeneponto Provinsi Sulawesi selatan A.Rahman yang sewanya dikeluhkan warga karena dinilai terlalu mahal, baik untuk pesta pengantin maupun pesta khitanan sebesar Rp.5000.000 (lima juta rupiah), Ujarnya

Lanjut Husain Leo mennjelaskan bahwa, Adapun warga Desa bontomanai yang pernah melakukan pesta dan Tidak menyewa alat pesta milik kepala Desa bontomanai dan Didenda sebesar Rp.1000.000 (satu juta rupiah) salah satunya Husain Dg.Rani Alamat Dusun bada bada Dan Marlina Alamat Dusun Batumopang

Ironisnya, jika Ada pegawai Camat bangkala yang mempertanyakan hal tersebut kepada kepala Desa bontomanai A.Rahman, Kenapa sewa alat pesta yang di sewakan kepada warga terlalu tinggi sebesar 5 juta? dan kenapa kalau ada yang pesta dantidak menyewa alat tersebut di denda 1 juta? Jawaban Pak Desa, kadang dia mengatakan alat satu set penganting yang Saya sewakan milik pribadi Dan Kadang juga mengatakan milik Bumdes bontomanai” ungkap Husain Leo ”

Kepala Desa Bontomanai Kec. Bangkala A.Rahman ketika di konfirmasi melalui telpon selulernya membantah dengan tegas hal tersebut

Kepala Desa membantah kalau di Desa Bontomanai ada warga yang melakukan pesta perkawinan dan pesta khitanan Tanpa menyewa satu set alat pesta miliknya, yang sewanya sebesar Rp.5000.000. (Lima juta rupiah) akan didenda sebesar Rp.1000.000 (satu juta rupiah)

Adapun satu set peralatan pesta yang Saya sewakan kepada warga desa bontomanai yang akan melakukan pesta perkawinan itu bukan milik pribadi saya dan itu milik Bumdes bontomanai

Sewanya juga bukan sebesar Rp. 5 juta, tapi dibawah Rp. 5 juta rupiah dan tidak ada istilah denda

Yang saya denda kalau alat penganting dari luar desa bontomanai masuk didesa bontomanai itupun dendanya paling Tinggi sebesar Rp.250.000 (dua ratus Lima puluh ribu rupiah)

Sementara kasi pemerintahan Camat bangkala kab jeneponto Baso katti ketika dimintai tanggapannya menyoroti alat pesta yang disewakan kepala Desa bontomanai Karena pembayarannya yang dinilai terlalu tinggi, sebesar Rp.5000.000 (lima juta rupiah)  Dan denda sebesar Rp. 1000.000 (satu juta rupiah)

Dia juga juga mengatakana bahwa peraturan desa (PERDES) yang dibuat oleh kepala Desa bontomanai Harus dilaporkan ke kabag hukum pemerintah kabupaten jeneponto untuk mendapatkan persetujuan. ujarnya

Laporan: Djumatang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed