oleh

KBPM Desak Pemda Konsel, Segera Bayar Lahan Asrama Mahasiswa

TOPIKterkini.com – Konawe Selatan : Tak kunjung ada kejelasan mengenai pembayaran lahan asrama mahasiswa di Kota Kendari membuat sejumlah Pemuda dan Mahasiswa angkat bicara. Rabu (25/32020).

Koordinator Tim Pencari Lahan Keluarga Besar Pemuda dan Mahasiswa (KBPM) Konsel, Jefri, merasa dibohongi oleh Kabag Pemerintahan yang sampai saat ini tidak melakukan pembayaran lahan dengan alasan bahwa harga tanah jauh dari taksiran Aprrisal.

“kami merasa dibohongi dan dipermainkan. Katanya taksiran Aprrisal mengenai harga tanah sebesar 350.000 permeter. Padahal kenyataannya 490an ribu”. Ujar Jefri dengan nada kecewa

Lanjut Jeff (sapaan akrabnya), pada saat saya meminta berita acara hasil tinjauan Apprisal pak kabag tidak mau memberikan bahkan terkesan menghindar.

“berapa kali saya kekantor tanyakan berita acara taksiran harga dari Apprisal, namun pak kabag selalu beralasan tidak berada dikantor. Dari awal saya sudah curiga. Tidak mungkin Taksiran harga 350.000 permeter karena Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dilahan itu sebesar 650.000”. Tegas Jeff

Masih Jeff, jadi selama ini bukan bupati yang berbohong namun pak kabag pemerintahan dan Asisten 1 yang tidak serius membayar lahan. Seharusnya lahan itu sudah terbayar tahun lalu sesuai janji bupati namun karena perpanjangan tangan bupati yang tidak serius sehingga bisa jadi batal.

“Olehnya itu, kami berharap agar Asisten 1 dan Kabag Pemerintahan untuk segera menunaikan janji Bupati yakni membayar lahan lokasi pembangunan Asrama. Tidak ada lagi alasan. Karena Bupati sudah mengatakan berapapun harganya akan dibayar asal sesuai standar Apprisal”. Jelas Ketua Poros Muda Sultra ini.

Sama halnya dengan Rendi Tabara (salah satu Tim pencari lahan) sangat kecewa jika pembayaran lahan harus ditunda padahal harga tanah tidak melebihi standar Aprrisal.

“Kami benar-benar sangat kecewa jika tanah pembagunan asrama tidak dibayar. Padahal kami sudah membantu pemda untuk melakukan negosisasi kepada pemilik lahan dan alhamdulillah pemilik lahan siap melepas tanahnya dengan harga 450 ribu permeter”. Ucap Ketua Demisioner GMKM ini.

Untuk diketahui, Apprisal adalah lembaga independen yang tujuannya menilai standar harga tanah yang akan dibayar oleh pemerintah.

Laporan: Muh Sopian

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed