oleh

Masa Penen Cabai Tiba, Tanggan Bergoyang Uang Pun Datang

Foto: Salah satu kebun cabai di wilayah Sekadau

TOPIKTERKINI.COM, KALABR Masa panen tanaman cabai di Desa Kecamatan Sekadau dimanfaatkan warga yang sehari hari berprofesi sebagai  petani beralih menjadi buruh petik cabai merah milik pemilik lahan tanaman cabai di wilayah tersebut. Sebagian warga bahkan sudah sejak pagi berangkat ke ladang cabai untuk melakukan panen cabai dengan sistem hitungan 1 per kilogram Rp5000.Tawaran menjadi buruh cabai diminati karena upah yang lumayan

Salah satu buruh petik cabai, Sinti (50) mengaku upah petik yang ditawarkan cukup tinggi karena lahan yang akan dipanen cukup luas dan harga cabai di pasaran cukup baik bagi para pemilik tanaman cabai merah. Bersama 4 buruh lainnya ia mengaku telah tiga kali memetik cabai merah dalam satu hari 60 kilogram cabai sekali panen.

“Lumayan hasilnya mas daripada saya di rumah dan sebagai petani saat ini masih memasuki masa tanam tinggal tahap pemupukan sehingga bisa ditinggal, upahnya bisa untuk keperluan sehari hari,”ungkap Sinti Kepada media ini saat melakukan pemetikan cabai di Desa Mungguk Kamis (2/4).

Rata rata dalam sehari melakukan pemetikan cabai merah ia mengaku bisa memetik sebanyak 15 kilogram cabai yang memasuki tahap pematangan dengan ciri ciri sebagian cabai merah sudah berwarna hijau tua kemerahan. Cabai yang sudah hampir masak tersebut dikumpulkan dalam wadah wadah khusus yang dikumpulkan pemilik di karung karung dan selanjutnya diangkut menggunakan kendaraan.

Upah sebesar Rp5000 per 1 Kilogram diungkapkan Sinti dan beberapa pemetik cabai lainnya masih diberi bonus oleh pemilik cabai dengan memberi cabai merah hasil sisa sortiran. Cabai yang boleh dibawa pulang tersebut bahkan bisa bernilai puluhan ribu jika dibeli di pasar namun karena kualitas yang tidak masuk untuk dijual di pasar induk maka sebagian diberikan kepada pemetik cabai. Pemilik akan melakukan pemilahan cabai merah yang berkualitas untuk dijual ke pasar pasar tradisional di Sekadau.

“Harga memang sedang membaik maka saya berani memberi per 1 kilogram Rp5000 dan bahkan saya memberi bonus pemetik bisa membawa pulang cabai merah yang tidak masuk untuk dijual ke pasar,”ungkap Yasir, pemilik lahan cabai seluas satu hektar tersebut. (Heny)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed