oleh

Pemkab dan DPRD Takalar Diduga Abaikan Maklumat Kapolri

Takalar, TOPIKterkini.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Takalar diduga abaikan maklumat Kapolri Nomor Mak/02/III/2020 yang diterbitkan sejak Kamis (19/3/2020) pekan lalu.

Meski Kapolri Jenderal Idham Azis mengeluarkan maklumat tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran virus corona atau Covid-19. Namun, maklumat Kapolri itu sepertinya tidak berlaku bagi Pemkab dan DPRD Takalar.

Buktinya, pada Senin (27/4/2020) telah berlangsung rapat paripurna antara Pemkab dan DPRD Takalar dalam rangka penyerahan dua buah Ranperda tentang rencana induk pembangunan pariwisata daerah Takalar serta Ranperda tentang air susu ibu eksklusif sekaligus penyerahan LKPJ oleh Bupati Takalar dan penyerahan satu buah usulan Ranperda DPRD tentang investasi atau penanaman modal.

Penyerahan dua buah Ranperda, satu buah usulan Ranperda dan LKPJ tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Takalar H. Syamsari, S.Pt, MM kepada ketua DPRD Takalar Ir. Darwis Sijaya disaksikan oleh sejumlah anggota DPRD Takalar yang berlangsung di ruang rapat paripurna lantai II kantor DPRD Takalar.

Selain rapat paripurna itu hadiri oleh Bupati dan ketua DPRD Takalar, berdasarkan pantuan wartawan ternyata dihadiri juga oleh Sekda Takalar Arsyad Taba, para pimpinan OPD, para Kabag serta sejumlah Camat di Takalar.

Disaat warga/masyarakat Takalar cemas terhadap pendemi wabah virus corona atau Covid-19, justru Pemkab dan DPRD Takalar sibuk menggelar rapat paripurna dan membahas soal anggaran.

Inti daripada rapat paripurna antara Pemkab dan DPRD Takalar adalah pengembangan sektor Pariwisata. Undang-undang Nomor 10 Tahun 2009 sudah mengatur tentang Kepariwisataan. Demikian juga Ranperda tentang air susu ibu eksklusif merupakan amanah dari Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan khususnya Pasal 128 sebagai respon pemerintah daerah dalam upaya pemeliharaan kesehatan bayi guna menyiapkan sumberdaya manusia yang sehat, cerdas dan berkualitas di masa depan.

Diketahui, rapat paripurna itu berlangsung sesuai SOP di tengah wabah virus corona dengan melibatkan anggota Tim PSC 119 untuk mengukur suhu tubuh dan memberikan cairan hand sanitizer setiap peserta rapat sebelum memasuki ruang rapat.

(Ak)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed