oleh

LPKRI Desak Kementerian Kehutanan Menangkap Para Cukong Perusak Hutan di Berau

TOPIKTERKINI.COM – BERAU | Lembaga pemberantasan korupsi republic Indonesia ( LPKRI) DPD kabupaten berau mendesak kementrian kehutanan RI agar menindak oknum pengusaha kayu yang diduga melakukan tindak pidana pencurian kayu (illegal loging) di wilaya kampung letta kecamatan kelai kabupaen berau kalimantan utara

Ketua lembaga pemberantasan korupsi republic Indonesia DPD lkpri kabupaten berau pak sofyan juga telah menyurati UPTD dinas kehutanan kabupaten berau, melalui bagian kesatuan pengamanan hutan KPH berau barat, dalam surat tersebut DPD lembaga lkpri kabupaten berau meminta agar KPH berau barat turun kelokasi dan lakukan pengecekan dugaan illegal logging yang di maksud.

Kepala kesatuan penaganan hutan berau barat (KKPH) melalui wakil kepal seksi KPH berau barat pak warsita. Dalam keterangannya pada 27/05/ 2020, akan menindak lanjuti laporan tersebut, berupa pengecekan lokasi yang di lapor, namun kami terlebih dahulu melaporkan perihal ini kepada KKPH, kapan bisah di jadwalkan pengecekan lokasi sebagaimana perihal surat tersbut.

Sementara itu ketua Umm Lembaga Pemberantasan Korupsi Republic Indonesia (LPKRI) di Jakarta bapak Oktavianus sondak SH, mendorong kementrian kehutanan agar menindak tegas oknum oknum yang melakukan tindak pidana perambahan hutan, dikatakannya, dalam undang undang kehutanan nomer 41 tahun 1999 tentang kehutanan, dan di rumuskan dalam pasal 78 yang menjadi dasar adanya perbuatan illegal loging adalah karena adanya kerusakan hutan, jelasnya

Dikatakannya Dalam undang undang lain juga sangat jelas seperti pada UU 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusak hutan, jadi menurutnya ini suda jelas illegal logging yang di lakukan oknum pengusaha, apa lagi dari data yang kami peroleh di lapangan oknum pengusaha kayu ini tidak di temukan nama perusahaannya, sehingga tidak di ketahui izin pemanfaatan kayu atau IPK apa yang dia pakai, tidak ada kejelasan perusahaan tersebut, inilah yabg menjadi dasar kita, agar pihak kehutanan dapat mendak tegas, pungkas pak okta.

(oli, tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed