oleh

Pengadaan Sumur Bor di Dusun Mattoanging, Selain tidak Transparan Kades Barana Diduga berusaha membohongi Publik

TOPIKTERKINI.COM – JENEPONTO | Terkait pengadaan sumur di dusun mattoanging desa barana kecamatan bangkala barat kabupaten jeneponto seperti yang di beritakan sebelumnya di media ini (PROGRAM PENGADAAN SUMUR BOR DI DESA BARANA DI SOROT, INSPEKTORAT JENEPONTO DI MINTA PERIKSA BUKTI FISIK) kembali menuai sorotan dari sejumlah warga

Pasalnya, Pekerjaan pengadaan sumur bor pertanian yang menggunakan anggaran dana desa (DD) tahun anggaran 2018 sebayak 7 titik dan anggaran 2019 sebanyak 8 titik yang dianggarkan sebanyak Rp. 15.000.000 / titik ada beberapa titik sumur diantaranya yang tidak menghasilkan air, sehingga penggunaan anggaran negara yang telah dianggarkan dinilai mubazir dan sama sekali tidak memiliki asas manfaat untuk warga di desa barana

Selain itu, pengerjaannya juga dinilai tidak transparan karena dilokasi pekerjaan tidak ditemukan papan informasi (papan proyek) sehingga warga bingung dan tidak tahu, ini pekerjaan sumur pribadi atau menggunakan anggaran Dana Desa.

Kepada media topikterkini.com, Salah satu warga desa barana yang menolak untuk di tuliskan namanya di dalam pemberitaan ini mengatakan bahwa “pengerjaan sumur bor yang di kerjakan oleh kepala desa sangat tidak transparan karena hampir semua titik pekerjaan sumur bor di dusun mattoanging tidak menggunakan papan informasi” ujarnya

Pengadaan Sumur Bor di Dusun Mattoanging, Selain tidak Transparan Kades Barana Diduga berusaha membohongi Publik
Foto: Kepala Desa Barana/Asrul Bali

Selain itu, “kepala desa juga diduga berupaya melakukan pembohongan publik atas pernyataan awalnya di media topikterkini.com bawasanya sumur bor yang di kerjakan pada tahun 2018 sebanyak 7 titik sumur yang dikerjakan di dusun mattoanging dan untuk tahun anggaran 2019  sebanyak 8 titik sumur yang juga dikerjakan di dusun mattoanging dengan anggaran Rp. 15.000.000 (Limah Belas Juta Rupiah) / titik pekerjaan sumur

Sementara pemberitaan yang diterbitkan oleh media petirnes.id (ANGGARKAN BOR SUMUR DANGKAL 15 JUTA, KADES BARANA DIDUGA MARK – UP ANGGARA) yang di publikasikan pada tanggal 22 Maret 2020 lalu, kepala desa barana Asrul Bali membantah pernyataannya sendiri yang telah terbit di media topikterkini.com, yang menuturkan bahwa pekerjaan pengadaan sumur bor di dusun mattoanging untuk tahun anggaran 2018 itu sebanyak 5 titik dan untuk tahun 2019 sebanyak 8 titik, tutup sumber

BACA JUGA: Program pengadaan sumur BOR di Desa Barana Disorot, Inspektorat Jeneponto diminta Periksa Bukti Fisik

Sementara itu, di konfirmasi salah satu anggota BPD Desa Barana yang berhasil ditemui oleh tim dari media ini mengtakan bahwa, program sumur bor yang dianggarkan  untuk tahun 2018 di dusun mattoanging itu sebanyak 7 titik sumur, yang awalnya di rencanakan akan di kerjakan sebanyak 5 titik, namun karena dari pihak BPD menyoroti anggarannya terlalu tinggi yakni Rp.21.000.000 (dua puluh satu juta) / satu titik sumur, sehingga pemerintah desa barana menambah lagi 2 titik sehingga jumlah keseluruhan menjadi 7 titik. tutupnya

Laporan: Djumatang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed