oleh

Ketua GMKI Gunungsitoli Mengutuk keras tindakan Satpol PP Kota Gunungsitoli

TOPIKTERKINI-GUNUNGSITOLI-Menjelang rencana pilkada bulan Desember mendatang pemerintah kota Gunungsitoli melalui satuan Polisi pamong praja sedang giat-giatnya melakukan penertiban para pedagang dengan cara caci maki dan Arogan, Ketua GMKI Gunungsitoli Angkat bicara Selasa 16/06/2020

Dari pantauan awak media, beredar video dimedia sosial yang menampilkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Gunungsitoli menertibkan para pedagang kaki lima yang diduga anarkis membuat Sepriman Zai ketua GMKI berkomentar,

Menurutnya, ” Tindakan yang dilakukan Satpol PP Gunungsitoli terkesan tidak manusiawi karena Satuan Polisi Pamong Praja adalah perangkat Pemerintah Daerah dalam memelihara ketentraman dan ketertiban umum serta menegakkan Peraturan Daerah,

Kemudian, sangat disayangkan jika amanah tersebut dijalankan dengan tindakan kekerasan dan tidak manusiawi. Hal ini menunjukan Satpol PP mengedepankan sifat arogansi dan seakan terkesan premanisme dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya.

Apakah tidak ada cara lain selain memaki dan menghancurkan barang dagangan pedagang kaki lima itu ?? Atau Satpol PP ini sudah tidak beretika lagi ?? Bayangkan pak..!! jika hal itu dilakukan pada orang tua mu atau keluargamu ?

Sepriman meminta, kepada pemerintah kota Gunungsitoli Lakhomizaro Zebua sebagai Walikota gunungsitoli untuk Menindak tegas dan mencopot oknum satpol PP tersebut dan meminta maaf kepada para pedang kaki lima serta memberikan uang ganti rugi terhadap kerusakan tersebut.

Kami akan mengultimatum dalam waktu 2×24 jam agar yang kami sampaikan ini bisa diakomodir oleh pemerintah kota gunungsitoli. Jika tidak maka kami mengklaim tindakan yang dilakukan oleh satpol PP tersebut adalah keinginan dan persetujuan Walikota Gunungsitoli.

Sepriman zai berharap agar pemerintah kota gunungsitoli bisa menunjukan sikap keberpihakannya kepada masyarakat kecil dan meminta kepada para pedagang kaki lima agar tetap bersabar sambil menunggu keputusan ataupun kebijakan yang diambil oleh pemerintah kota terkait permasalahan tersebut, ungkapnya sambil mengakhiri pembicaraan.

Dari pantauan awak media Sejumlah petugas yang memakai seragam coklat terlihat menyita barang dagangan penjual kaki lima dan diduga menghancurkannya serta mengeluarkan kalimat kalimat makian kepada para pedagang. (Tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

News Feed