oleh

Membludaknya Box Ikan Akibat Tidak Berfungsinya TPI Sambaliung

TOPIKTERKINI.COM – BERAU | Kurangnya pengawasan dinas Perikanan terkait maraknya mobil box ikan yang masuk kepasar sanggam adji dilayas mengakibatkan sejumlah ruas pasar yang seharusnya bukan untuk parah penjajah ikan malah sudah di jadikan transaksi jual beli, akibatnya tingkat kenyamanan pasar pun tidak terelakkan lagi.

Fenomena ini dapat kita lihat pada waktu malam hari sekitar pukul 08.00 malam sampai pagi mobil box ikan dari segala penjuru masuk lakukan transaksi, fenomena inilah membuat kepala pasar pak salehudin bertanya apakah sudah tidak berfungsi tempat pelelangan ikan milik dinas perikanan sehingga mobil mobil box ini masuk tanpa mengindahkan aturan ?

Kepala dinas Perikanan Kabupaten Berau Kaltim Tentram Rahayu ditemui di ruang kerjanya senin, (22/06) membantah kalau tempat pelelangan ikan (TPI) perikanan yang ada tidak berfungsi, kata dia kapasitas tempatnya yang tidak memadai, di samping itu juga parah pemasok ikan tidak mungkin harus putar arah untuk menuju TPI sementara pasar mereka lewati.

Lebih jauh dikatakan nya memang di akui fungsi TPI kita sudah tidak sanggup lagi menampung jumlah box box ikan yang masuk, apalagi dengan adanya perubahan aturan dimana TPI kita sebagian telah di kuasai Dinas Provinsi, oleh karna itulah TPI kita telah bisa dikatakan melebihi kapasitas .

“Kami punya rencana di tahun depan akan membangun TPI, dibagian selatan tepatnya di kecamatan tanjung batu agar ikan ikan tersebut tidak lagi langsung masuk pasar akan tetapi terlebih dahulu masuk TPI”.terangnya

Sementara itu kepala bidang tangkap perikanan Jen mohamad menambahkan kaitan masalah mobil box ikan yang masuk di area pasar sudah menjadi kewenangan pihak pengelolah pasar karna pasar merupakan otoritasnya, terkait masalah box ikan tersebut Jen mengatakan pihak pengelolah pasar saja yang kurang tanggap cara pengaturannya,

“Dipasar sanggam adji dilayas telah disiapkan gudang tempat penampungan box ikan tapi pengelola gunakan untuk keperluan lain.
Perlu juga kami sampaikan bahwa mengenai mobil mobil box ikan yang masuk telah di sepakati waktu rapat bersama waktu itu, diberikan sepenuhnya bagi pengelolah setelah jam 07. Pagi mobil mobil box tersebut harus meninggalkan dan keluar dari dalam pasar, itu hasil rapat bersama, cuman persoalannya kepalah pasar yang tidak tegas.”Keluhnya

Menanggapai hal tersebut kepala pasar pak Salehuddin mengatakan bahwa apa yang di sampaikan kepala dinas perikanan dan kabidnya sesungguhnya salah besar karna tidak tau duduk persoalannya, secara aturan kami selaku pihak pengelolah pasar sudah di atur dalam peraturan pihak pasar mengelolah apa yang ada dalam pasar, bukan box box ikan yang melakukan transaksi di kaki lima pasar, itu kewenangan perikanan yang mengurusnya, inilah akibatnya kalau pihak perikanan tidak mengerti duduk persoalan.

“Aturannya box box ikan yang berdatangan dari Tanjung Batu maupun Kecamatan Tali Sayan terlebih dahulu harus masuk TPI baru dibawa Kepasar, ini aturan yang di atur oleh pemerintah kita,karena tidak ada pengawasan dan tidak di fungsikannya TPI ahirnya para pemasok ikan ini langsung kepasar dan melakukan transaksi di luar area pasar.ini yang seharusnya di awasi oleh orang dinas perikanan.”Keluhnya

Di katakannya soal gudang tempat penyimpanan sesungguhnya itu kami peruntukan bagi pedagang buah dan sayur mayur, bukan di peruntukan untuk box ikan, dengan di sewakannya tempat ini kepada pedagang buah dengan demikian pihak pasar lakukan penarikan retribusi dan menambah pendapatan daerah kita.
.
Sejumlah informasi yang sempat kami himpun di lapangan akibat tidak ada pengawasan dari dinas terkait dan idak berfungsinya Tempat pelelangan ikan( TPI) akibatnya pendapatan daerah melalui retribusi TPI, tidak tercapai karna mandeknya fungsi tempat pengelolaaan ikan.

Reporter: Sofyan Oli’i

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed