oleh

Warga Minta Pengertian Aparat untuk sementara ini, Jangan Tangkap Kami.

TOPIKterkini.com, Kalbar – Paska merebaknya wabah virus corona, menbuat masyarakat kesulitan mencari nafkah, ditambah terhentinya kegiatan Peti tentu juga sedikit banyak adap dampak terhadap ekonomi masyarakat,karna meskipun kegiatan tersebut memang melangar hukum,namun dari segi ekonomi kegiatan tersebut sangat membantu,
masyarakat sekitar, sebab, jika ada kegiatan kerja maka ekonomi masyarakat bisa hidup kembali. Di banding selama pandemi warga kesulitan untuk mendapat uang demi menghidupkan keluarga.

“Apalagi di masa Pandemi corona seperti ini, warga sangat kesulitan untuk mencari pekerjaan, maka dengan adanya kegiatan Peti di wilayah kami rasa sangat menbantu, karna warga bisa bekerja untuk menyambung hidup,”kata Sukur salah seorang warga Semoguk kecamatan Sekadau hilir kepada media ini Kamis, (9/7/20) di Sekadau.

Menurut dia,selain itu kalau ada kegiatan kerja, ibu-ibu jiga bisa jualan kue kepada karyawan kerja, dengan begitu ada perputaran ekonomi ditengah masyarakat.

“Kalau menurut saya wajar kalau kegiatan Peti menjadi penyambung ekonomi masyarakat di masa Pemdemi corona ini. Sebagai warga, kami minta aparat mengerti untuk sementara ini, karna tanpa kegiatan Peti terus terang, kami kesulitan ekonomi,”ucapnya.

Mau Noreh getah,harganya hanya berkisar 4 sampai 5 ribu perkilo, untuk mendapat uang 50 ribu sehari sangat susah. Jika hanya mengandalkan Noreh getah.

Untuk itu sebagai warga kami minta pengertian aparat, memang kami sadar kalau pekerjaan itu di larang UU.

“Tapi urusan perut saya rasa lebih utama, kendati kami sadar itu melanggar UU, namun, kami mohon juga aparat memperhatikan sumber penghasilan warga.Kami mohon aparat jangan tangkap kami,”pintanya. (Tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed