oleh

Wabup Tolitoli : Indeks pembangunan manusia Kabupaten Tolitoli jadi yang tertinggi di Sulteng

TOPIKTERKINI.COM – TOLITOLI: Mencermati pandangan, sikap dan saran dari Fraksi Persatuan Pembangunan, Fraksi Amanat Perjuangan,Fraksi Partai Bulan Bintang, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera serta Faksi Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tolitoli terkait pengelolaan dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Wakil Bupati Tolitoli Hi. Abdul Rahman Hi. Budding menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah dalam menyusun dan merencanakan target-target pendapatan serta pengelolaannya, telah melakukan berbagai upaya dan kebijakan yakni dengan melakukan intensifikasi pajak daerah melalui perbaikan program inovasi yang telah dilakukan serta menggali inovasi baru dalam intensifikasi pajak daerah, mengoptimalkan pengelolaan kekayaan dan aset daerah, meningkatkan kerjasama dan sinergi dengan berbagai pihak yang terkait seperti Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Perangkat Daerah, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat yang didukung dengan sistem administrasi perpajakan retribusi yang jelas, mengoptimalkan pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai kepanjangan tangan pemerintah daerah dalam menyediakan layanan publik.

Dalam penyusunan target pendapatan dilakukan dengan dasar potensi yang ada, terukur rasional serta memiliki kepastian hukum.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Bupati Tolitoli Hi. Abdul Rahman Hi. Budding saat menyampaikan pidato penjelasan atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Tolitoli terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2019 dan Raperda lainnya tahun 2020 dalam rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tolitoli yang digelar pada rabu pagi (15/7) di Ruang Sidang Suwot Lipakat DPRD Tolitoli.

Rapat paripurna itu dibuka oleh Ketua DPRD Kabupaten Tolitoli Moh Randi Saputra AR dihadiri oleh seluruh Anggota DPRD serta pimpinan Perangkat Daerah Kabupaten Tolitoli.

Terkait dengan pandangan Fraksi Golkar, Fraksi Amanat Perjuangan dan Fraksi Nasdem yang menyoroti pengelolaan dan penanganan sampah, Wakil Bupati menjelaskan pada dasarnya Pemerintah Daerah Kabupaten Tolitoli memiliki komitmen yang tinggi dalam mewujudkan Kabupaten Tolitoli yang bersih sehingga upaya dan langkah-langkah strategis telah diupayakan di antaranya membentuk unit pengelolaan teknis persampahan yang diharapkan untuk melakukan pengangkutan dan pengelolaan sampah lebih baik dibanding sebelumnya, membuat jadwal kerja bakti setiap hari Jumat dengan melibatkan seluruh perangkat daerah dan instansi vertikal, melakukan kerjasama dengan kelompok-kelompok yang peduli lingkungan dalam pengelolaan dan pengangkutan sampah rumah tangga, terus melakukan penyediaan sarana dan prasarana serta melakukan kampanye dan sosialisasi tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya.

Selanjutnya menyikapi pertanyaan fraksi Nurani Indonesia Raya dan Fraksi Partai Golkar mengenai upaya Pemerintah Daerah dalam mencegah banjir khususnya yang berasal dari Sungai Tuweley, juga dijelaskan bahwa sudah dilakukan dengan berbagai kegiatan seperti penyusunan survei inventigasi dan desain (SID) penanganan Sungai Tuweley pada tahun 2017 oleh Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) III, penyusunan _Studi Land Acquisition and Resettlement Action Plan (LARAP)_ pada tahun 2018 oleh Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air, sosialiasi tentang garis sempadan Sungai Tuweley serta pertemuan konsultasi masyarakat terkait SID dan hasil Studi Larap agar masyarakat paham akan kegiatan yang akan dilaksanakan di Sungai Tuweley.

Terkait dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga dijelaskan bahwa selama periode 2015-2019, pencapaian IPM Kabupaten Tolitoli relatif cukup baik, hal ini menunjukkan bahwa bidang kesehatan, pendidikan dan ekonomi meningkat dibanding tahun tahun sebelumnya.

Secara rinci Wakil Bupati menjelaskan, pada tahun 2018 angka IPM Kabupaten Tolitoli mencapai 64,60 poin meningkat menjadi 65,42 poin pada tahun 2019.

Capaian IPM Kabupaten Tolitoli menunjukkan bahwa posisi wilayah Kabupaten Tolitoli berada pada kategori pembangunan manusia sedang (antara 60-70).

Kalau melihat pertumbuhan IPM Kabupaten Tolitoli dari tahun 2018 ke tahun 2019 sebesar 1,27 % merupakan pertumbuhan yang paling tertinggi di Sulawesi Tengah tetapi walapun dari segi peringkat masih ada di peringkat 12 tetapi pengukuran keberhasilan indeks pembangunan bukan hanya di lihat dari segi peringkat tetapi bagaimana pertumbuhan IPM suatu wilayah setiap tahun terus mengalami peningkatan.

Laporan : Resmi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed