oleh

Anggaran Bantuan Ternak Sapi Desa Su’rulangi Diduga Mark-up, FAKTA Minta APH Bertindak

TAKALAR, TOPIKterkini.com – Bantuan ternak sapi 20 ekor di Desa Su’rulangi, Kecamatan Polongbakeng Selatan, Kabupaten Takalar yang diperuntukkan bagi warga kurang mampu nampaknya berbuntut panjang.

Pengadaan 20 ekor sapi itu yang dibiayai oleh APBN melalui Dana Desa (DD) senilai Rp 200 juta tahun 2019 lalu dipersoalkan Ketua Forum Anti Korupsi dan Keadilan Takalar (FAKTA), S Daeng Ngalle.

“Sapi nya kecil-kecil, dan patut kita duga tak sesuai spesifikasi. Tidak masuk akal sapi sekecil itu dihargai Rp10 juta per ekor,” kata S Daeng Ngalle saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon selulernya, Jum’at (17/7/2020).

S Daeng Ngalle menambahkan, bahwa pengadaan sapi ini sasarannya adalah warga yang kurang mampu. Dan program ini menjadi ujung tombak pemerintah Kabupaten Takalar dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat di Desa. Makanya, jika ada Pj Kades yang coba mengkebiri dana pengadaan sapi tersebut maka sudah pasti harus diseret ke hadapan hukum.

“Pengadaan sapi ini sangat rawan dikorupsi. Butuh pengawasan ekstra agar pengadaan sapi di Desa-desa anggarannya tak Mark-Up. Kalaupun ada yang berani melakukan demikian kita minta APH secepatnya bertindak,” tegas S Daeng Ngalle.

Terpisah, seorang narasumber yang enggan menyebutkan namanya mengaku, bantuan sapi yang diserahkan pemerintah Desa Su’rulangi kepada 20 Kepala Keluarga (KK) jauh dari kata standar.

“Saat penyerahan secara simbolis di kantor Desa Su’rulangi yang dihadiri Bupati Takalar kami diperlihatkan gambar sapi ukuran besar. Begitu sapi tiba ternyata sebahagian kurus, bahkan ada yang tidak mau makan,” jelas Sumber terpercaya.

Sementara, Pj Kades Su’rulangi, Baharuddin saat dikonfirmasi mengatakan untuk pengadaan sapi Desa Su’rulangi sudah diperiksa dan dilihat langsung oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan hasilnya tidak ada masalah.

(Ak)

Komentar

News Feed