oleh

Hidup sebatang kara di Gubuk Reyot, Tuna Netra di Kel Bontorannu Butuh Perhatian Pemerintah

TOPIKTERKINI.COM – JENEPONTO | Syararuddin (75) salah seorang Tuna Nertra yang Kedua bola Matanya sudah tidak bisa lagi melihat dan hidup sebatang kara di gubuk reyot di lingkungan Kassi kebo kelurahan bontorannu kecamatan bangkala kabupaten Jeneponto, Butuh perhatian dari pemkab kabupaten Jeneponto

Hidup sebatang kara di Gubuk Reyot, Tuna Netra di Bontorannu Butuh Perhatian PemerintahMenurut pengakuannya, Syafaruddin (75) hingga saat ini tidak pernah tersentuh bantuan dalam bentuk apapun dari pemerintah, baik dari pemerintah kepala Lingkungan, pemerintah kelurahan, pemerintah kecamatan, pemerintah kabupaten, pemerintah Provinsi dan pemerintah pusat, tutur Syafaruddin (75) ketika ditemui dikediamannya minggu (26/07/2020)

Syafaruddin menjelaskan bahwa, “selama saya tinggal dilingkungan Kassi kebo mulai tahun 1995 hingga saat ini, saya tidak pernah dapat  bantuan Dari pemerintah dalam bentuk apapun juga, apalagi saya ini tinggal sendiri dirumah dan kedua  mataku  sudah tidak bisa lagi melihat untuk mencari rejeki setiap hari seperti orang lain yang sempurnah, ungkapnya

Hidup sebatang kara di Gubuk Reyot, Tuna Netra di Bontorannu Butuh Perhatian PemerintahSaya memiliki kartu penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK), untuk mendapatkan Bantuan dari pemerintah sudah berkali kali kartu pendudukku dan Kartu keluargaku saya diambil oleh kepala Lingkungan Kassi kebo Muhammad Saleh Dg. Sijaya untuk dijanji untuk mendapatkan Bantuan, namun setelah ada Bantuan keluar namaku tidak pernah ada dan hanya orang lain yang ada nanamanya” Lanjut Syafaruddin

Syafaruddin juga menjelaskan bahwa “untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari, untuk makan siang dan malam biasanya saya tidak makan dua hari karena tidak ada beras untuk memasak terkecuali jika ada warga yang membawakan beras kepada saya baru saya makan lagi, atau ada orang yang panggil saya untuk di pijat, karena biasanya kalau orang  selesai di pijat, saya di kasih uang  atau beras”, Tutupnya

Laporan: Djumatang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed